SAMPANG, RadarMadura.id – Jumlah dan luas kawasan di Kabupaten Sampang yang mengalami kekeringan tahun ini diperkirakan bertambah.
Hal itu merujuk pada data yang diperoleh dari pemerintah kecamatan yang ada di Kabupaten Sampang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Candra Romadhani Amin mengatakan, institusinya sudah menerima laporan dari kecamatan.
Hasilnya, jumlah kawasan yang mengalami kekeringan tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu. ”Tahun 2023 ada 92 lokasi, sementara tahun ini 96 lokasi,” katanya.
Dia mencontohkan, di Kecamatan Kedungdung yang semula 13 desa menjadi 15 desa. Kecamatan Karang Penang yang awalnya empat desa menjadi tujuh desa.
Kecamatan Sokobanah, yang semula enam desa menjadi sembilan desa. ”Khusus kecamatan yang lain, jumlahnya tetap,” ujarnya.
Menurutnya, penambahan kawasan yang mengalami kekeringan tersebut disebabkan oleh badai El Nino yang durasinya cukup panjang.
Sehingga, hal itu berdampak pada kondisi tanah yang ada di masing-masing desa.
”Tahun ini kemungkinan akan terjadi La Nina atau kemarau basah. Kemungkinan bisa mengurangi jumlah kawasan yang terdampak kekeringan,” katanya.
Candra menambahkan, untuk menangani kekeringan tahun ini, institusinya sudah mengajukan anggaran pada pembahasan perubahan anggaran keuangan (PAK) Kamis (4/7).
”Kami mengusulkan angaran sebesar Rp 200 juta, tapi disetujui Rp 150 juta. Jika nanti tidak cukup, bakal mengajukan pada BPBD Provinsi atau BNPB,” terangnya.
Anggota Komisi IV DPRD Sampang Dedi Dores mengatakan, jika kawasan yang terdampak kekeringan bertambah, seharusnya pemkab juga menambah porsi anggaran pada dinas terkait.
”Jika mengaca pada tahun sebelumnya, banyak sekali daerah belum mendapatkan bantuan air bersih,” katanya.
Menurut dia, pemkab seharusnya melakukan evaluasi pasca menerima data wilayah yang mengalami kekeringan.
”Jika anggaran daerah terbatas, setidaknya pemda bisa menjembatani dengan pemprov atau pusat. Sehingga, dapat tambahan anggaran untuk mengatasi bencana kekeringan,” tandasnya. (bai/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia