SAMPANG, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang bidik penghargaan wahana tata nugraha (WTN).
Serangkaian penilaian dari Kementerian Perhubungan telah diikuti. Lima ruas jalan diajukan dalam penilaian WTN 2024.
Kasi Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang Khotibul Umam menyampaikan, WTN merupakan penilaian oleh pemerintah pusat terhadap layanan transportasi di kabupaten/kota. Penilaian tersebut digelar setiap dua tahun sekali.
Pemkab Sampang terakhir meraih WTN pada 2019. Pihaknya optimistis dengan upaya yang dilakukan selama ini juga dapat meraih penghargaan kembali.
Buktinya, Kabupaten Sampang sudah lolos seleksi administrasi.
Selain itu, Pemkab Sampang sudah mempresentasikan layanan kepada Kementerian Perhubungan.
Menurutnya, ada beberapa aspek penilaian dalam proses WTN. Seperti bidang lalu lintas, angkutan jalan, sarana transportasi darat, prasarana transportasi darat, dan bidang umum.
”Tidak semua daerah mampu berhasil sampai pada fase penilaian presentasi layanan. Misalnya, dari empat kabupaten di Madura, hanya Kabupaten Sampang dan Sumenep (yang sampai pada tahap presentasi),” jelasnya.
Menurutnya, Kabupaten Sampang termasuk kategori kota sedang.
Khusus kategori ini, daerah harus mengajukan minimal lima ruas jalan dalam penilaian. Seperti yang telah pemerintah ajukan selama ini.
Lima ruas jalan itu Jalan Kusuma Bangsa, Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Wijaya Kusuma, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Samsul Arifin.
”Lima ruas jalan ini dipilih berdasar pada kondisinya yang dianggap layak mengikuti penilaian,” terangnya.
Ketua DPRD Sampang Fadol mendukung pemerintah yang berupaya mendapat WTN tahun ini.
Meski demikian, pihaknya berharap peningkatan layanan transportasi tidak hanya dimaksimalkan untuk kebutuhan penilaian. Tetapi, agar senantiasa dimaksimalkan dalam setiap harinya.
Menurut Fadol, untuk bisa berhasil meraih penghargaan semestinya tidak dimulai menjelang penilaian, tetapi sudah dibiasakan setiap harinya.
”Penataan layanan transportasi itu harus maksimal setiap hari. Tidak sekadar menunggu ada kegiatan penilaian,” jelasnya. (jun/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti