SAMPANG, RadarMadura.id – Jamaah haji kloter 98 pada Kamis (13/6) berduka. Sebab, salah satu jamaah haji bernama Ahmad Saminuddin Mutawab, 70, meninggal.
Informasinya, pada kloter tersebut ada beberapa jamaah haji yang sakit. Pembimbing KBIH Al-Khodijah Aiman Munif membenarkan hal tersebut.
”Pada kloter 98 ada sekitar lima orang jamaah yang saat ini sedang sakit. Untuk data selengkapnya, silakan ditanyakan kepada Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI),” katanya.
Menurutnya, saat ini kondisi cuaca di Tanah Suci sangat panas. Buktinya, pada saat penguburan jenazah Ahmad Saminuddin Mutawab, suhunya mencapai 43 derajat.
”Kemungkinan jamaah haji sakit karena faktor cuaca dan faktor usia,” terangnya.
Menyikapi cuaca panas terik, TKHI mengimbau kepada semua jamaah agar menjaga kebugaran tubuh.
Juga menyarankan jamaah haji untuk memperbanyak minum air mineral agar tidak mengalami dehidrasi. ”Sebab cuacanya memang benar-benar panas terik,” paparnya.
Dijelaskan, saat ini sudah ada program ulur. Program tersebut merupakan program yang disediakan untuk jamaah haji lansia dan disabilitas saat hendak berangkat menjalankan Armuzna (puncak ibadah haji).
”Program tersebut sangat membantu untuk jamaah haji,” ungkapnya.
Dikonfirmasi di tempat terpisah, TKHI asal Sampang Myra Edwina belum bisa dimintai keterangan terkait kondisi dan jumlah jamaah haji yang sakit.
Sebab, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, yang bersangkutan tidak merespons. (bai/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia