SAMPANG, RadarMadura.id – Tahap penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat sekolah menengah atas (SMA) tengah berlangsung.
Usulan pagu siswa baru dari masing-masing SMA negeri di Kota Bahari telah dipetakan. Meskipun, penetapan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) belum turun.
Ada 10 SMA negeri yang tersebar di wilayah Kabupaten Sampang. Usulan pagu siswa tertinggi untuk SMA Negeri 1 Sampang sebanyak 324 siswa dengan 9 rombongan belajar (rombel).
Sementara pagu paling rendah yakni SMA Negeri 4 Sampang dengan pagu 72 siswa untuk 2 rombel.
Kepala Cabdin Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sampang Mas’udi Hadiwijaya menyampaikan, pagu siswa baru pada PPDB 2024 belum ditetapkan oleh pemprov. Tetapi, sekolah di Kabupaten Sampang sudah memetakan yang telah menjadi usulan.
Menurut dia, setiap sekolah tetap mengacu pada jumlah usulan pagu masing-masing.
Setiap sekolah menerima pagu siswa baru dengan rombel berbeda. Masing-masing rombel berjumlah 36 siswa.
Pemetaan pagu siswa baru dilakukan berdasarkan analisis kemampuan masing-masing sekolah.
Seperti ketersediaan sarana prasarana, ruang kelas, hingga tenaga pendidik. Agar, mampu menampung jumlah siswa baru secara ideal.
”Penentuan pagu siswa baru masing-masing sekolah berdasarkan kondisi di bawah atau kemampuan sekolah. Pihaknya berharap sekolah bisa memenuhi pagunya masing-masing,” jelasnya.
Sementara, Kepala SMA Negeri 4 Sampang Moh. Farid Siswandy mengakui jumlah pagu penerimaan siswa baru di instansinya paling sedikit dibanding yang lain.
Yakni, hanya untuk dua rombongan belajar atau sebanyak 72 siswa. Hal ini juga berdasarkan kemampuan sekolah dalam menyambut peserta didik baru.
Menurutnya, jumlah pagu yang diusulkan disesuaikan dengan kemampuan sekolah. Juga, berdasar evaluasi dari penerimaan tahun-tahun sebelumnya yang memang sulit terpenuhi.
Pihaknya juga telah menyiapkan tenaga operator khusus layanan PPDB tahun ini.
”Kami rasa untuk SMAN 4 Sampang sudah sesuai kemampuan yang ada dengan pagu siswa baru paling sedikit dari sekolah lain,” jelasnya. (jun/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti