Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Anggaran Penanganan Stunting Dipangkas, Dinkes KB Mencatat Angka Kasus Meningkat di 2023

Berta SL Danafia • Senin, 10 Juni 2024 | 18:06 WIB
KASUS STUNTING: Anak-anak sedang bermain di area Taman Kota Sampang, Jumat (7/6).
KASUS STUNTING: Anak-anak sedang bermain di area Taman Kota Sampang, Jumat (7/6).

SAMPANG, RadarMadura.id – Anggaran penanganan stunting di Kabupaten Sampang mencapai puluhan miliar.

Namun, belum berdampak pada penurunan angka stunting di Kota Bahari. Tahun lalu, justru kasus stunting di Sampang meningkat dibandingkan pada 2022.

Kepala Dinkes KB Sampang Abdulloh Najich mengatakan, setiap tahun pihaknya menyiapkan anggaran untuk penanganan stunting.

Sejumlah program penurunan kasus stunting disebar ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

”Anggaran pencegahan stunting tidak disatukan di dinkes KB, melainkan disebar pada semua stakeholder yang juga ditargetkan menjadi indikator penurunan stunting,” katanya.

Najich menyampaikan, anggaran penurunan angka stunting yang digelontorkan tahun ini menyusut. Jauh lebih rendah dibanding yang dialokasikan tahun 2023.

Dia menyebut, tahun ini banyak agenda penting yang lebih diprioritaskan seperti pemilu dan pilkada. Hal itu berdampak pada pemangkasan anggaran penanganan stunting.

Tahun lalu, total anggaran penanganan stunting sebesar Rp 68 miliar. Sedangkan tahun ini hanya disediakan Rp 51 miliar.

”Anggaran penanganan penurunan stunting dipangkas kisaran 17 miliar,” ungkapnya.

Dia memaparkan, anggaran puluhan miliar itu bukan hanya difokuskan pada kesehatan.

Anggaran tersebut merupakan alokasi secara global dari pemerintah pusat untuk dibagi ke sejumlah OPD agar bergerak untuk menurunkan stunting.

”Seperti pembangunan sanitasi di dinas PUPR. Itu termasuk indikator penurunan angka stunting,” paparnya.

Najich membeberkan, pada 2023 data stunting meningkat dibanding tahun 2022. Tahun lalu angka stunting mencapai 14,1 persen, sedangkan pada 2022 hanya 6,9 persen.

”Kami akan terus berupaya untuk menurunkan angka stunting. Salah satunya melalui program intervensi penurunan stunting serentak mulai bulan ini,” tandasnya. (bai/bil)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#sampang #stunting