SAMPANG, RadarMadura.id – Anggaran kedaruratan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sampang tahun ini terbatas.
Pemicunya, anggaran yang dialokasikan untuk rumah penampungan sementara (RPS) dan rumah singgah itu dikurangi.
Kepala Dinsos P3A Sampang Edi Subinto mengatakan, tahun ini anggaran kedaruratan untuk RPS dan rumah singgah di Surabaya terbatas.
Pada 2023, instansinya mendapat alokasi anggaran setengah miliar. Tahun ini berkurang drastis menjadi Rp 102 juta.
”Anggaran kedaruratan dimanfaatkan untuk penyediaan makanan dan minuman (mamin) pasien dan honorarium petugas di dua tempat itu,” ujarnya.
Menurutnya, alokasi anggaran tahun ini diprediksi berkurang. Pihaknya berencana akan mengajukan tambahan anggaran pada perubahan anggaran keuangan (PAK).
Namun, pihaknya perlu memikirkan dengan matang pengajuan anggaran saat PAK karena harus mengalihkan anggaran dari kegiatan yang lain.
Dia menilai, anggaran kedaruratan perlu ditambah. Tujuannya, agar dapat menjangkau semua kebutuhan masyarakat yang memerlukan bantuan sosial.
”Kalau anggarannya terbatas, kami harus selektif dalam mengelola. Sehingga, semua layanan kedaruratan dapat tertangani,” ungkap Edi.
Anggota DPRD Sampang Fraksi PPP Moh. Iqbal Fathoni mengatakan, penanganan kedaruratan mesti diprioritaskan.
Dia mendorong dinas terkait untuk mengajukan anggaran tambahan pada saat PAK. Tujuannya, agar pelayanan kedaruratan berjalan dengan maksimal.
”Selama itu berkenaan dengan pelayanan, terutama kedaruratan, kami siap untuk mengawalnya saat pengajuan PAK,” janjinya. (bai/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia