SAMPANG, RadarMadura.id - Pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) X PCNU Sampang berlangsung sukses pada Sabtu (25/5). Kegiatan dalam rangka regenerasi kepengurusan ini dilaksanakan di Ponpes Darut Tauhid, Injelan, Panggung, Sampang, Jawa Timur.
Konfercab X dihadiri ribuan pengurus, lembaga, badan otonom (Banom) dan kader NU se-Kabupaten Sampang. Selain itu juga dihadiri pengasuh Ponpes di Sampang, perwakilan Forkopimda, ketua Parpol, perwakilan PCNU Se-Madura, ormas, dan pengurus PWNU Jawa Timur dan PBNU.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan Konfercab X yang dilanjutkan dengan sidang komisi-komisi dan penyampaian laporan pertanggungjawaban. Pembukaan sendiri digelar sejak pukul 10.00 hingga 11.45 WIB.
Sedangkan pemilihan Ahwa, Rois Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang dilaksanakan usai sholat magrib hingga pukul 21.00. Saat musyawarah dewan Ahwa, KH. Syafiuddin Abd Wahid kembali terpilih sebagai Rois Syuriyah.
Baca Juga: Gubernur Jatim Hadiri Harlah Ke-78 Muslimat NU di Sampang, Ajak Pengurus Lahirkan Generasi Hebat
Sementara itu Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang terpilih yaitu KH. Itqon Bushiri. Kiai Itqon terpilih kedua kalinya setelah mendapatkan 13 dukungan suara dari total 15 MWC yang berhak memilih.
Dalam sambutannya, Ketua PCNU Sampang KH. Itqon Bushiri menyampaikan ungkapan terimakasih atas kerjasama semua pihak untuk mensukseskan Konfercab X. Khusunya para panitia SC, OC, dan panitia lokal dari Ponpes Darut Tauhid.
"Kami juga menyampaikan terimakasih kepada semua undangan dan hadirin semoga dukungan terhadap NU menjadi kemaslahatan untuk umat," terangnya.
Usai terpilih kembali sebagai ketua Tanfidziyah, Ra Itqon mengajak semua elemen ikut serta bersama-sama mengaktifkan dan memberdayakan organisasi NU. Khususnya kepada pengurus, MWC dan kader NU.
"NU menjadi saham dalam diri kita, kita wajib membayar deviden dengan berhidmat kepada NU. Kita semua harus mempertanggungjawabkan kepada Allah," terang pengasuh Ponpes Assirojiyah Kajuk Sampang itu.
Menurutnya, NU punya peran urgent ditengah kehidupan masyarakat. Selain mendampingi umat dalam menjalankan agama, NU juga menjaga Indonesia, NU menyatukan bangsa.
Baca Juga: Tak Sesuai Ajaran ASWAJA, Temuan LBM NU Sampang terhadap Buku Versi Terbaru
Perwakilan PWNU Jawa Timur KH Ahsanul Haq mewanti-wanti para pengurus NU harus benar-benar menjaga NU. Salah satunya dengan menjaga posisi NU dari kepentingan politik praktis.
"NU harus menjaga posisi di tahun politik ini. Jangan sampai NU diseret ke politik," tegasnya.
Sementara Rois Syuriyah PBNU KH. Imam Buhori Holil saat sambutan menyampaikan tentang pentingnya menejemen dalam menjalankan roda organisasi NU. Saat ini PBNU sudah melakukan perbaikan-perbaikan di internal pengurus. Termasuk juga menyusun regulasi tahapan kegiatan di internal NU.
Diterangkan, mengurus organisasi itu ada tiga tantangan yang harus dimenej, faktor internal organisasi, kedua faktor eksternal dan ketiga internal dari diri pengurus itu sendiri. Hal itu menjadi penyakit yang harus diobati.
"Pengurus NU khususnya di Sampang harus berkualitas untuk menyongsong tantangan kedepan, khusunya di Sampang," pungkasnya. (dry)