SAMPANG, RadarMadura.id – Kegiatan penyiraman taman milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang bergantung musim.
Intensitas penyiraman lebih ditingkatkan saat musim kemarau. Dalam sebulan, penyiraman bisa dilakukan sepuluh kali.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Permukiman (DLH Perkim) Sampang Faisol Ansori mengatakan, penyiraman taman termasuk kegiatan rutin untuk merawat tanaman.
Tujuannya, supaya kesuburan tanaman di area taman terjaga.
Menurutnya, penyiraman tanaman tidak hanya difokuskan di taman kota. Tanaman di sepanjang trotoar jalan juga menjadi tanggung jawabnya.
Pihaknya sudah menyediakan anggaran belanja air untuk menyiram tanaman tersebut.
”Penyiraman tanaman itu bukan hanya di area taman kota saja. Tetapi, ada juga yang di luar wilayah perkotaan, seperti tanaman di tugu garuda yang berada di Kecamatan Torjun dan area perbatasan di Kecamatan Jrengik. Itu juga wilayah kami,” tuturnya.
Faisol mengungkapkan, intensitas penyiraman tanaman bergantung musim.
Selama musim hujan, intensitas penyiraman dikurangi karena terbantu air hujan.
Direncanakan, penyiraman tanaman dilakukan enam kali dalam sebulan.
”Saat musim hujan, kegiatan penyiraman biasanya berkurang. Tapi kalau kemarau, biasanya bertambah,” ungkapnya.
Faisol memaparkan, dalam sebulan terakhir jarang turun hujan. Pihaknya berencana meningkatkan intensitas penyiraman tanaman. Sebab, ke depan diperkirakan memasuki musim kemarau.
”Sekarang sudah jarang turun hujan karena akan masuk musim kemarau. Intensitas penyiraman taman tentu akan ditingkatkan,” paparnya.
Anggota Komisi III DPRD Sampang Abdus Salam meminta pemerintah menjaga kesuburan tanaman.
Sehingga, tanaman tidak mudah mati karena kekurangan air. Apalagi, perawatan tanaman butuh waktu agar tumbuh dan berkembang.
”Sekarang pemerintah sudah punya banyak taman. Fasilitas itu harus terpelihara dengan baik agar senantiasa dapat bermanfaat bagi masyarakat,” pintanya. (jun/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti