SAMPANG, RadarMadura.id – Jumlah pengunjung Wisata Arsip Masyarakat (Wamas) Sampang setiap bulan tidak konsisten.
Misalnya, pengunjung turun drastis pada Februari dan Maret. Karena itu, Dispusip Sampang bersurat ke sekolah agar berkunjung ke Wamas.
Kepala Dispusip Sampang Suhartini Kaptiati mengatakan, jumlah pengunjung Wamas setiap bulan fluktuatif. Pada Januari, jumlah pengunjung mencapai 254 orang.
Lalu, Februari menurun menjadi 14 dan Maret hanya 35 orang. April pengunjung mulai naik menjadi 116 orang.
Pihaknya berupaya meningkatkan pengunjung Wamas. Di antaranya, bersurat ke semua sekolah agar berkunjung ke Wamas.
”Kami sudah bersurat ke semua sekolah. Terutama, TK dan SD agar menjadwalkan berkunjung ke Wamas,” ujarnya.
Menurut dia, pengenalan sejarah terhadap generasi muda sangat penting. Khususnya bagi siswa.
Perempuan yang akrab disapa Atik itu menyampaikan, Wamas memiliki sejumlah koleksi benda bersejarah yang bisa dipelajari siswa.
Menurut dia, Wamas merupakan satu-satunya yang ada di Madura. Koleksi arsip yang tersedia bermacam-macam.
”Dengan begitu, mereka bisa mengenal dan belajar benda-benda peninggalan nenek moyang seperti apa,” paparnya. (bai/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia