Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Protes Kebijakan Pj Bupati, PABPDSI Demo Pemkab Sampang

Fatmasari Margaretta • Jumat, 17 Mei 2024 | 23:15 WIB

 

PROTES: Massa mendemo kantor Pemkab Sampang yang beralamat di Jalan Jamaluddin, Kamis (16/5). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)
PROTES: Massa mendemo kantor Pemkab Sampang yang beralamat di Jalan Jamaluddin, Kamis (16/5). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – massa yang mengatasnamakan diri Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Sampang berdemo di depan kantor bupati Sampang, Kamis (16/5).

Mereka protes kebijakan Pj Bupati Rudi Arifiyanto yang mengganti sejumlah penjabat (Pj) kepala desa (Kades) secara sepihak.

Ketua PABPDSI Sampang Holip kecewa karena Pj Bupati Sampang melakukan pergantian sejumlah Pj Kades tanpa melibatkan badan permusyawaratan desa (BPD).

Padahal, kata dia, BPD merupakan salah satu mitra kepala desa.

”Ke depan, saya minta BPD dilibatkan saat hendak membuat kebijakan tentang pemerintahan desa,” katanya.

Menurut dia, PABPDSI juga menuntut kebijakan mengganti Pj Kades tersebut dicabut. Sebab, berdasar hasil analisisnya, tidak sesuai ketentuan.

”Terakhir, kami minta Pj Bupati Sampang mundur. Sebab, kebijakannya membuat situasi Sampang menjadi gaduh,” ulasnya.

Holip kecewa karena Pj Bupati Sampang tidak menemui massa. Akibatnya, tuntutan pedemo tidak bisa langsung terjawab.

”Tuntutan kami hanya ditampung dan akan disampaikan kepada Pj Bupati Sampang,” terangnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setkab Sampang Sudarmanto menyampaikan, Pj bupati sedang ada acara di luar.

Karena itu, pihaknya akan menghimpun aspirasi pedemo. ”Tuntutan pedemo kami terima dan nanti akan kami sampaikan kepada Pj bupati,” janjinya. (jun/yan)

Editor : Fatmasari Margaretta
#kades #kepala desa #kebijakan #bpd #sampang #pedemo #bupati sampang #massa #Gaduh