SAMPANG, RadarMadura.id – Target retribusi setiap fasilitas olahraga tidak sama. Paling rendah retribusi lapangan basket.
Pemerintah hanya mematok target sebesar Rp 2 juta dari fasilitas yang ada di area Sampang Sport Center (SSC) itu.
Kepala Disporabudpar Sampang Marnilem menyampaikan, pihaknya menjadi salah satu OPD penyumbang pendapatan asli daerah (PAD).
Di antaranya, dari hasil retribusi fasilitas olahraga yang ditarget Rp 250 juta.
Nilai target tersebut berdasarkan potensi penggunaan. Setiap jenis lapangan dipatok dengan target yang berbeda.
Marnilem tidak menampik, target dari lapangan basket paling rendah dibanding fasilitas olahraga yang lain.
”Kami menentukan target itu sesuai dengan potensi. Kami patok dengan target rendah karena penyewa lapangan diperkirakan tidak banyak,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, tidak semua fasilitas olahraga dibebani target pendapatan. Misalnya, wall climbing dan lapangan voli.
Pemerintah tidak mematok target pendapatan di dua fasilitas olahraga tersebut karena diasumsikan tidak ada penyewa.
Lapangan olahraga yang dibebani target retribusi seperti tenis outdoor, tenis indoor, lapangan bulu tangkis indoor, lapangan basket, lapangan sepak bola, dan lapangan futsal. Setiap lapangan, target pendapatan disesuaikan dengan potensial masing-masing.
”Kalau yang rendah berarti hasil analisis kami memang kurang potensial atau jarang ada event yang menggunakan lapangan itu,” ungkapnya.
Baca Juga: Diskopindag Sampang Sediakan Anggaran Ratusan Juta untuk Pengadaan Alat Tulis Setahun
Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni mendorong pemerintah mencari peluang untuk menyerap target retribusi secara maksimal.
Sehingga, tidak sekadar menunggu sampai fasilitas yang ada disewa masyarakat.
Apalagi, tidak sedikit kalangan swasta yang menyediakan lapangan olahraga untuk menggelar event tertentu.
”Harus ada inisiatif dari pemerintah untuk mencari peluang agar nanti target PAD terserap maksimal,” tukasnya. (jun/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti