Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sepekan, Enam Warga Tersambar Petir, BPBD Sampang Minta Waspadai Cuaca Ekstrem

Fatmasari Margaretta • Minggu, 28 April 2024 | 03:05 WIB

 

INTENSIF: Syamsul, korban sambaran petir mendapat perawatan medis di Puskesmas Gili Mandangin, Kamis (25/4). (BPBD UNTUK JPRM)
INTENSIF: Syamsul, korban sambaran petir mendapat perawatan medis di Puskesmas Gili Mandangin, Kamis (25/4). (BPBD UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Sampang membawa malapetaka.

Indikasinya, selama sepekan enam warga Kota Bahari tersambar petir yang terjadi saat hujan deras disertai angin kencang. Insiden tersebut memakan satu korban jiwa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Candra Romadhani Amin menyatakan, cuaca ekstrem diprediksi terjadi hingga akhir April.

Sementara puncak terjadinya cuaca ekstrem belum diketahui secara pasti.

Enam warga menjadi korban sambaran petir pada masa cuaca ekstrem seperti saat ini. Pertama, sambaran petir mengenai lima warga Desa Trapang, Kecamatan Banyuates, Senin (21/4).

Beruntung, hanya satu orang meninggal dunia. Kejadian kedua dialami Syamsul, warga Pulau Mandangin, Kamis (25/4).

Atas kejadian tersebut, Syamsul harus menjalani perawatan di Puskemas Pulau Mandangin.

”Alhamdulillah (Syamsul), tidak meninggal dunia, sudah dilakukan perawatan di Puskemas Pulau Mandangin,” ujarnya.

Enam warga menjadi sengatan petir. Semuanya terjadi saat korban berada di tanah lapang.

Lima korban sambaran petir yang terjadi di Desa Trapang, Kecamatan Banyuates terjadi saat korban pulang dari sawah.

”Sedangkan di Pulau Mandangin, saat korban hendak pulang melaut seusai menangkap ikan. Korban terkena sengatan listrik saat berada di atas perahunya hingga membuat penyanggah perahu rusak,” ujarnya.

Baca Juga: Dukung Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2024, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Terima Penghargaan dari Kemenhub

Candra mengimbau agar masyarakat tetap waspada bencana di cuaca ekstrem seperti sekarang. Dengan begitu, risiko buruk dari bencana alam bisa diminimalkan.

”Saat beraktivitas di luar (rumah), hendanya berteduh ketika hujan. Terutama saat berada di tanah lapang yang terbuka,” terangnya. (bai/jup)

Editor : Fatmasari Margaretta
#malapetaka #petir #sampang #cuaca ekstrem #sengatan listrik #hujan #bpbd