SAMPANG, RadarMadura.id – Jalan beton penghubung Dusun Berlantong, Desa Pandiyangan menuju Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, hanya berumur tiga tahunan.
Jalan yang dibangun 2021 tersebut ambles pada minggu ketiga Maret 2024. Saat ini jalan tersebut tidak bisa dilewati.
Mauniyeh, warga sekitar mengatakan, jalan beton penghubung dua desa ini sudah lama dibangun.
Jalan itu biasanya digunakan masyarakat sebagai jalur alternatif saat jalan pertigaan Omberen macet.
”Jalan itu menjadi alternatif untuk warga yang mau ke Desa Gunung Rancak,” ujarnya.
Menurutnya, sejak awal dibangun jalan tersebut masih bagus dan bisa dilewati kendaraan.
Namun, pada awal Ramadan terjadi hujan deras yang mengakibatkan jalan tersebut ambles.
”Sebelum hujan pada awal Ramadan, jalan itu masih bagus. Sering dilewati warga saat mencari rumput pakan ternak,” tuturnya.
Ditempat yang sama, Dahurah menyampaikan, pada awal Ramadan lalu terjadi hujan lebat berhari-hari. Hal itu membuat tanah penahan jalan longsor.”
Kalau plengsengannya masih bagus. Tanahnya yang longsor hingga membuat jalan ambles,” katanya.
Baca Juga: Bereinkarnasi Menjadi Goblin, Berikut Adalah Sinopsis Anime Re: Monster
Dahurah mengungkapkan, pembangunan jalan beton ini sudah bagus. Namun, struktur bangunan penahan tanah kurang kuat.
Akibatnya, ketika hujan deras tanahnya longsor dan jalannya ambles. Dia menyebut, pelaksana proyek menggunakan fondasi strauss tapi masih dangkal.
”Tidak kuat menahan air dan membuat tanah longsor. Seharusnya jika hendak diperbaiki lagi, lebih baik dipasang pasak bumi agar penahan tanahnya lebih kuat,” ungkapnya.
Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mencatat, jalan beton tersebut merupakan hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) 2021.
Pelaksana proyek yakni Kelompok Masyarakat (Pokmas) Durdi Dua.
Ketua Pokmas Durdi Dua Mukoddam membenarkan jika proyek tersebut dibangun 2021.
Anggarannya sekitar Rp 137 juta untuk pembangunan jalan beton sepanjang 110 meter.
”Itu sudah selesai pengerjaannya dan pemeliharaannya pada 2021,” ucapnya.
Jalan tersebut termasuk akses jalan baru. Sebab, banyak permintaan dari warga untuk dibangun akses jalan menuju perkebunan.
”Jalan itu bisa dimanfaatkan petani untuk memudahkan akses menuju perkebunan warga,” paparnya.
Dia mengaku sudah mengetahui bahwa jalan tersebut ambles.
Menurutnya, jalan ambles lantaran faktor alam. Pada awal Ramadan terjadi hujan deras berhari-hari.
”Meski sudah disediakan kolom beton untuk air hujan yang meluap pada jalan tersebut, tapi tidak kuat, sehingga ambles,” jelas Mukoddam. (bai/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta