Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tolak Pasien, Dewan Minta Cek CCTV, Dinkes KB Sampang Sebut Kapus Torjun Sudah Minta Maaf

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 20 Maret 2024 | 16:01 WIB
BERTUGAS: Karyawan Puskesmas Torjun, Sampang, sedang berada di ruang resepsionis Selasa (19/3). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
BERTUGAS: Karyawan Puskesmas Torjun, Sampang, sedang berada di ruang resepsionis Selasa (19/3). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Dinkes KB Sampang membantah jika Puskesmas Torjun menolak pasien anak berinisial F, 5, asal Desa Tanah Merah, Kecamatan Torjun.

Tindakan dinkes KB dalam menyikapi masalah tersebut oleh Komisi IV DPRD Sampang dinilai kurang bijak. Karena itu, legislatif meminta agar CCTV di puskesmas dicek.

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni mengatakan, pihaknya sudah mendengar informasi pasien yang ditolak Puskesmas Torjun.

Dia mengaku sudah menghubungi pihak Kepala Puskesmas (Kapus) Torjun Budi Setyo Wahyudi.

”Saya sudah hubungi Kapusnya. Memang tidak sama pernyataan Kapus Torjun dengan keterangan pasien,” katanya.

Pria yang akrab disapa Fafan itu mengutarakan, belum ada rencana untuk memanggil keluarga pasien atau pihak puskesmas.

Menurutnya, masalah tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab dinkes KB. Namun, dia menyarankan agar CCTV di puskesmas dicek agar masalahnya bisa jelas.

”Jika dinkes KB serius dan profesional menyikapi permasalahan itu, seharusnya bisa cek beberapa CCTV yang ada di puskesmas. Jangan hanya memberikan keputusan sepihak,” tuturnya.

Dia menyayangkan pernyataan Kepala Dinkes KB Sampang Abdullah Najich yang membantah adanya penolakan pasien.

Fafan menilai, Dinkes KB Sampang tidak bijak dan tak profesional dalam menyikapi masalah ini. Sebab, keterangan yang diterima dianggap sepihak, yakni dari puskesmas.

”Dinkes KB Sampang tidak layak langsung bersikap seperti itu. Tidak boleh hanya berada di satu pihak,” ungkapnya.

Kepala Dinkes KB Sampang Abdullah Najich mengaku, pihak puskesmas sudah menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Kapus Torjun Budi Setyo Wahyudi sudah mendatangi pihak keluarga untuk meminta maaf.

”Kami akan lakukan pembinaan lebih lanjut untuk mengevaluasi apa yang sudah terjadi di Puskesmas Torjun,” jawabnya singkat.

Sebelumnya diberitakan jika Puskesmas Torjun diduga menolak pasien yang mau berobat.

Penolakan itu dialami Hurmatun, warga Desa Tanah Merah, Kecamatan Torjun, Sampang, Jumat (15/3). Saat itu dia mau memeriksa cucunya F, usia 5 tahun, karena sakit.

Matun menceritakan, cucunya sakit panas selama tiga hari. Lalu, dia membawanya ke dokter untuk diperiksa.

Dokter praktik mandiri tersebut menyarankan untuk membawa ke Puskesmas Torjun karena khawatir terkena penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Jumat (15/3) dini hari keluarga membawa F ke Puskesmas Torjun. Pasien mengaku ditolak. ”Tanpa diperiksa ataupun diberikan pertolongan pertama langsung ditolak,” ujar Matun. (bai/bil)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Kapus Torjun #Kapus #CCTV #keluarga pasien #kekeluargaan #Dinkes KB #Puskesmas Torjun