SAMPANG, RadarMadura.id - Banjir di Kabupaten Sampang, Jawa Timur hingga kini masih belum surut. Akibatnya ratusan rumah dan fasilitas umum terendam banjir hingga Rabu (13/3) malam.
Akses lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Kota Sampang juga lumpuh. Banjir juga sempat menutup akses jalan ke utara simpangan Barisan menuju Kecamatan Kedungdung, lebih tepatnya di kawasan Dusun Karongan, Desa Tanggumong.
Sejumlah masyarakat yang memiliki rumah dan warung di pinggir jalan di Dusun Karongan, Desa Tanggumong banyak yang rusak dan roboh.
Hal itu dikarenakan ada bus Sinar Jaya trayek Jakarta-Madura menerobos banjir dengan kecepatan tinggi, akibatnya gelombang air yang ditimbulkan merusak rumah, toko dan warung makan. Bahkan sejumlah bangunan roboh.
Baca Juga: Badai Melanda Perairan Sumenep: Kapal Terdampar dan Nelayan Mengalami Insiden, Begini Faktanya
Abdul Qodir Asid warga sekitar lokasi kejadian menceritakan, awalnya bus Sinar Jaya itu melintas usai shalat subuh pada Rabu (13/3). Saat itu ketinggian air 60-70 cm.
"Sempat ditegor dan diteriakin warga tapi bus malah melaju semakin kencang. Mungkin karena takut dimarahi warga," terang Qodir.
Setelah bus berusaha melarikan diri Pj Kades Tanggumong berhasil mengejar dan menemui sopir bus di dekat Monumen Trunojoyo. Kemudian membawa sopir bus ke Polsek Kota untuk mencarikan solusi kerugian warga.
"Pengelolaan bus mensurvei kerusakan di lapangan dengan didampingi warga dan korban. Setelah ditotal, kerugian lebih dari Rp 100 juta," pungkas ketua Perbakin Sampang itu.
Bangunan yang rusak dan roboh meliputi sejumlah rumah masyarakat, toko, warung sate dan warung bakso. Termasuk barang-barang di sejumlah toko terseret banjir.
Diterangkan, pengelola bus Sinar Jaya tidak mampu membayar hingga Rp 100 juta. Mereka hanya sanggup memberikan Rp 50 juta kepada korban untuk meringankan biaya perbaikan.
"Hanya saja sampai saat ini masih belum dibayar," pungkas Qodir. (dry)
Editor : Hendriyanto