SAMPANG, RadarMadura.id - Wilayah terdampak banjir di Kabupaten Sampang meluas. Sejumlah sekolah dan fasilitas umum juga terendam banjir.
Berdasarkan update data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang pukul 01.23, Rabu (13/3) ada dua satuan pendidikan terdampak banjir. Yakni SMPN 6 Sampang dan SDN 2 Margantoko. Selain itu, air juga merendam kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Jrengik. Termasuk Pasar Bunten dan pom bensin.
Wilayah terdampak banjir di Kecamatan Sampang juga bertambah. Perinciannya, Desa Banyumas, Desa Pangelen, Desa Kamuning, Desa Tanggumong, Desa Panggung dan Desa Pasean.
Tiga kelurahan juga terendam banjir yaitu Kelurahan Dalpenang meliputi Jalan Imam Bonjol, Jalan Teratai dan Jalan Suhadak. Kelurahan Gunung Sekar titik banjir berada di Jalan Garuda. Sedangkan Kelurahan Rongtengah menyebar di Jalan Pemuda Bahari, Jalan Pemuda Satria, Jalan Pemuda Satria, dan Jalan Kamboja.
Baca Juga: Ratusan KK di Tambelangan Terdampak Banjir, Puluhan Warga Batorasang dan Hewan Ternak Dievakuasi
Banjir di Kecamatan Jrengik juga meluas. Selain Desa Taman, Majengan, Panyepen, dan Margantoko, banjir juga merendam Desa Jrengik. Sedangkan wilayah terdampak di Kecamatan Tambelangan dan Torjun masih di tiga desa.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sampang Candra Romadhani Amin melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik (KL) Mohammad Hozin mengutarakan, pihaknya sudah mendirikan posko untuk pengungsi warga terdampak banjir.
Pertama Posko BPBD Sampang terdapat tiga orang Warga Desa Galis, Bangkalan yang mengungsi. Kedua, Posko Masjid Bungkak, Desa Batorasang. Jumlah pengungsi sebanyak 52 jiwa.
Baca Juga: Cuaca Buruk, Kapal Tanker SPOB MT Seroja 3 yang Kandas di Perairan Kangean Belum Bisa Dievakuasi
"Mayoritas warga yang dievakuasi di masjid bungkak dari Dusun Takben Desa Penyepen, Jrengik 37 orang," ujarnya.
Hozin menambhakan, sejak pukul 00.55 ketinggian air di ruas Jalan Raya Jrengik terpantau sudah surut. Ketinggian air yang merendam permukiman warga juga mengalami penurunan sekitar 5-10 sentimeter.
"Posko bencana BPBD dan dapur umum di Kantor Dinsos sudah aktif," ungkapnya. (bil/dry)
Editor : Hendriyanto