SAMPANG, RadarMadura.id – Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sampang menggelar kegiatan zikir, doa, dan salawat di Gedung PKPRI Trunojoyo, Sampang, Selasa (6/2).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut hadir pada kegiatan yang dikemas dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dan Hari Lahir (Harlah) Ke-78 Muslimat NU itu.
Khofifah mengajak seluruh pengurus dan anggota Muslimat NU agar melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan kuat.
Itu dilakukan demi menyongsong Indonesia emas 2025 yang diperjuangkan oleh pemerintah.
Untuk mencapainya, dia meminta kaum hawa memperhatikan kesehatan janin dalam kandungan.
Selama masa kehamilan, kata dia, calon ibu tidak boleh kurang gizi. Kebutuhan gizi ideal bagi perempuan harus diperhatikan.
Begitu juga setelah melahirkan untuk memastikan gizi balita terpenuhi.
”Generasi Muslimat NU, anak cucu kita semua tidak boleh kurang gizi. Tidak boleh stunting,” ujarnya di hadapan ribuan muslimat, tokoh masyarakat, dan pengurus PCNU Sampang.
Khofifah mengibaratkan organisasi NU seperti pesantren besar. Pesantren mampu melahirkan generasi hebat, memiliki iman dan Islam.
Hal itu didukung oleh pemerintah. ”Seperti di era Presiden Joko Widodo sekarang, menetapkan Hari Santri Nasional serta menyediakan anggaran dana abadi pesantren,” pungkasnya. (jun/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti