Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Penyaluran Santunan Anak Yatim Bisa Dirapel, PC PMII Sampang: Jangan Sampai Ada yang Layak Menerima, tapi Tidak Terdata

Fatmasari Margaretta • Minggu, 4 Februari 2024 | 19:35 WIB
SASARAN BANTUAN:  Ratusan anak yatim berkumpul saat penyaluran bantuan tahap pertama di Pendopo Trunojoyo Sampang, Minggu (28/1). (PROKOPIM UNTUK JPRM)
SASARAN BANTUAN: Ratusan anak yatim berkumpul saat penyaluran bantuan tahap pertama di Pendopo Trunojoyo Sampang, Minggu (28/1). (PROKOPIM UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Tahun ini Pemkab Sampang menyiapkan anggaran untuk anak yatim selama 12 tahap.

Namun, penyaluran bantuan tersebut tidak mesti dilakukan setiap bulan. Menurut Dinsos PPPA Sampang, penyalurannya bisa dirapel.

Kepala Dinsos PPPA Sampang Edi Subinto melalui Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Erwin Elmi Syahrial menyampaikan, penyaluran santunan anak yatim disiapkan untuk 12 kali tahapan.

Namun, dirinya tidak menggaransi tahapan penyaluran bantuan dilaksanakan per bulan.

Menurutnya, pihaknya perlu menyesuaikan dengan rangkaian kegiatan pemerintahan.

Karena itu, penyaluran santunan itu bisa dirapel. Misalnya, satu kali kegiatan untuk dua kali penyaluran.

”Rancangan kami memang setiap bulan. Akan tetapi, kalau kegiatan pemerintah cukup padat pada bulan tertentu nanti bisa dirapel. Misalnya, bulan Agustus banyak kegiatan, maka dirapel dengan bulan September,” ujarnya.

Sekretaris PC PMII Kabupaten Sampang Suryadi mendukung kegiatan santunan untuk anak yatim tersebut.

Dia menilai, program tersebut bentuk kepedulian pemerintah kepada anak yatim. Namun, pihaknya meminta agar bantuan itu disalurkan dengan tepat sasaran.

Karena itu, dia menyarankan penentuan sasaran harus melalui proses verifikasi.

Dengan begitu, dapat dipastikan manfaat program tersebut dirasakan oleh orang yang tepat. ”Data itu penting agar program ini tepat sasaran,” paparnya.

Suryadi mendorong agar Dinsos PPPA Sampang memperbarui data anak yatim penerima bantuan. Mengingat, sewaktu-waktu data anak yatim bisa mengalami perubahan.

Dengan begitu,  tidak ada anak yatim yang merasa termarjinalkan karena tidak menerima bantuan tersebut.

”Jangan sampai ada anak yatim yang layak menerima santunan tapi justru tidak terdata,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, tahun ini Dinsos PPPA Sampang mengalokasikan anggaran Rp 2,7 miliar untuk program santunan anak yatim.

Peruntukannya, Rp 1,5 miliar berupa uang tunai sebesar Rp 250 ribu per orang. Kemudian, sebesar Rp 1,2 miliar untuk sembilan bahan pokok (sembako). (jun/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#anggaran #sampang #pmii #bahan pokok #santunan anak yatim #tepat sasaran #anak yatim