SAMPANG, RadarMadura.id – Pria bertubuh kekar itu kembali ke Sampang. Sigit Nursiyo Dwiyugo mendapat amanah baru untuk memimpin Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sampang setelah melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) pada Senin (8/1).
Jawa Pos Radar Madura (JPRM) berkesempatan untuk silaturahmi dengan perwira Polri berpangkat tiga balok emas itu dua hari seusai sertijab.
Kami disambut hangat saat tiba di ruangan bernuansa cokelat muda tersebut.
Saat itu, Sigit baru saja menyelesaikan medical check up yang menjadi agenda rutin bagi setiap anggota Polres Sampang.
”Maaf, karena harus menunggu agak lama. Baru selesai soalnya,” tutur pria kelahiran Jember itu.
Pria berkacamata itu terlihat begitu sibuk. Bagaimana tidak, sehari setelah menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Sampang, dia sudah dihadapkan dengan kasus pembunuhan di Dusun Lorpolor, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben.
Seorang perempuan ditemukan meninggal dengan luka bacok. Kasus tersebut menggemparkan publik.
Kinerja polisi disorot publik. Mau tak mau, Korps Bhayangkara segera mengungkap kasus itu dengan jelas.
Sigit turun langsung ke lokasi ibu dua anak itu dibunuh pada Selasa (9/1).
Dia memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama anggotanya. Dia segera menyelesaikan kasus pembunuhan tersebut.
Dia mengaku lebih suka berada di lapangan daripada harus menunggu di ruangan.
Tentunya, Sigit tidak menutup koordinasi dengan jajarannya dalam mengungkap sebuah perkara. Termasuk, dengan masyarakat sekitar.
Tak sampai seminggu, kasus pembunuhan lain terjadi di Dusun Tekap, Desa Pandan, Kecamatan Omben, Jumat (12/1).
Seorang pemuda menganiaya paman, bibi, dan saudara sepupu.
Akibat perbuatan pemuda itu, sang paman meninggal dunia. Tersangka diamankan 30 menit setelah kejadian.
”Berkaitan dengan kekerasan, itu saya prioritaskan. Saya tidak mau main-main dalam mengungkap perkara. Yang bersalah ya harus bertanggung jawab. Tidak peduli siapa dia dan orangnya siapa. Kalau salah, tetap salah,” tegasnya.
Sigit mengaku tak gentar menghadapi siapa pun pelaku kejahatan yang akan dihadapi.
Maka, tak heran jika banyak cerita bahwa mafia ketakutan ketika mantan Panit II Unit I Subdit I Ditreskrimum Polda Jawa Timur itu dipindahtugaskan ke Bumi Trunojoyo Sampang.
”Apa yang harus ditakutkan di dunia ini? Bagi saya, yang perlu ditakuti itu hanya Allah. Kemudian, Rasulullah Muhammad SAW itu wajib kita patuhi.
Selain itu, tidak ada alasan lain untuk takut pada seseorang,” sambungnya.
Dalam melaksanakan tugas, Sigit dikenal gesit dan pemberani. Dia bahkan tak segan menangkap pelaku kriminal dengan tangan kosong.
Maklum, perwira pertama (pama) Polres Sampang itu mahir dalam bela diri.
Atas kinerjanya, berbagai jabatan sudah pernah diduduki. Mulai dari Kasatreskrim Polres Bangkalan, Direktorat Reserse Kiriminal Khusus (Ditreskrimsus), dan Direktorat Reserse Kiriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur.
Saat dipercaya memimpin Satreskrim Polres Sampang, Sigit patuh pada pimpinan. Pengalamannya akan dijadikan tonggak kinerja yang lebih baik.
Dengan demikian, kasus-kasus yang belum terjamah bisa diselesaikan.
Dulu Sigit pernah bertugas sebagai anggota di kesatuan yang kini dia pimpin. Selain itu, dia pernah bertugas di Satlantas Polres Sampang.
”Tentu kalau pekerjaan rumah (PR) terdahulu yang masih belum terselesaikan itu tetap menjadi atensi. Sebab, hal itu sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai anggota Polri. Saya akan berusaha semaksimal mungkin,” ucapnya.
Karena itu, dalam menjalankan tugas barunya tersebut, Sigit meminta dukungan masyarakat.
Dia juga mengimbau agar masyarakat menjauhi tindakan kriminal yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. (afg/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti