SAMPANG, RadarMadura.id – Masa jabatan Bupati Sampang H Slamet Junaidi akan berakhir 30 Januari 2024. Sebagai momentum perpisahan, bupati bersama ibu berpamitan kepada masyarakat pada Minggu (28/1) malam di Alun-Alun Trunojoyo Sampang.
Lepas pisah yang dikemas dengan Aba Idi Pamit itu dihadiri forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Sampang, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, perwakilan kepala desa (kades), ulama, dan tokoh masyarakat.
Rangkaian kegiatan berjalan khidmat dan meriah. Acara dibuka dengan penampilan musik daul dug-dug dan band lokal Sampang.
Capaian kinerja selama 5 tahun Aba Idi menjadi bupati ditampilkan melalui rangkuman video-video pendek. Mulai dari capaian pembangunan infrastruktur, pariwisata, kesehatan, ekonomi, pendidikan, sosial dan kemasyarakatan. Termasuk juga prestasi dan penghargaan yang diraih selama masa kepemimpinan Aba Idi.
Baca Juga: Bupati Sampang Slamet Junaidi Minta Nakes Bekerja Profesional
Dalam kesempatan itu juga ditampilkan orang-orang yang pernah berjasa kepada Aba Idi. Termasuk juga perwakilan beberapa yang pernah dibantu bupati. Seperti anak yatim, penerima beasiswa, perwakilan penerima UHC dan umroh gratis.
Aba Idi dalam sambutannya menyampaikan, jika sejak awal menjabat bupati, dia tidak mencari apapun. Kecuali ingin membangun Sampang dan niat ibadah. Maka dari itu, pihaknya fokus memberikan yang terbaik untuk masyarakat Sampang.
“Apa yang kami lakukan, semata-mata untuk masyarakat Sampang,” katanya.
Mantan DPR RI itu menambahkan, saat dirinya dipercaya memimpin Sampang, pihaknya langsung berbuat yang terbaik. Tentu membangun bersama-sama demi Sampang.
Bahkan, pihaknya tidak ingin Sampang dipimpin oleh orang yang serakah. Dia tidak ingin Sampang dipimpin oleh orang yang ingin memperkaya diri, beserta kelompoknya saja.
Baca Juga: Bupati Sampang Slamet Junaidi Ajak Generasi Muda Teladani Para Pejuang
“Saya doakan, kalau yang ingin cari kaya semoga tidak jadi bupati. Termasuk saya sendiri,” tegasnya.
Aba Idi hanya ingin apa yang telah dibangun bisa menjadi sejarah yang akan diingat masyarakat Sampang. Sehingga semua programnya dipastikan harus bermanfaat untuk masyarakat.
Walaupun anggaran daerah minim karena pandemi Covid-2019, Aba Idi menerapkan efisiensi di masing-masing OPD. Sehingga masih bisa melakukan pembangunan seperti yang dirasakan masyarakat saat ini.
“Terima kasih semuanya. Kami mohon maaf dan undur diri,” tandasnya.
Acara ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari berbagai pihak. Hal itu sebagai tanda terimakasih dan wujud cinta terhadap Aba Idi bersama Umi Mimin Slamet Junaidi yang sudah mengabdi untuk Sampang.
Saat sesi foto bersama sebagai tanda acara sudah selesai, tiba-tiba hujan mulai turun. Banyak pihak yang meyakini bahwa alampun menangis sebagai tanda malam lepas pisah itu mengharukan dan ada doa harapan. (rul/dry)
Editor : Hendriyanto