SAMPANG, RadarMadura.id – Dugaan kasus penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) milik Rosidah mengungkap fakta baru.
Pihak desa mengaku bahwa kartu anjungan tunai mandiri (ATM) milik keluarga penerima manfaat (KPM) itu tertukar dengan warga lain.
Pihak pelapor Nasruddin menduga bahwa hal itu hanya akal-akalan dari pihak desa.
Sebab, jika ATM memang tertukar, istrinya itu tidak pernah memegang kartu tersebut meski namanya tercatat sebagai penerima bantuan.
”Dalam audiensi beberapa waktu lalu, pihak desa berkelit bahwa ATM tertukar dengan warga lain yang masih satu dusun. Sekarang malah beda dusun. Itu kan tambah tidak masuk akal kalau seperti itu,” tegasnya.
Nasruddin tak terima jika alasan tidak pernah terima bantuan hanya karena ATM yang tertukar.
Sebab, istrinya justru tidak memegang kartu milik siapa pun. Apalagi, korban penyelewengan bansos tidak hanya satu orang.
”Masak tertukar semua. Misalnya, milik Mudirah, dia juga tidak dapat kartu sejak 2021. Padahal, namanya tertera sebagai KPM program keluarga harapan (PKH),” ungkapnya.
Nasruddin menambahkan, ada sekitar sebelas KPM PKH yang juga melapor ke Polres Sampang.
Mereka meminta aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut tuntas indikasi penggelapan bansos tersebut.
Sebelumnya, Abd. Mannan membantah jika dirinya telah menggelapkan dana bansos milik Rosidah.
Sebab, bantuan tersebut disalurkan langsung oleh BRI dan pihak desa tanpa melalui campur tangan dari pendamping.
Menurut dia, ATM yang semestinya milik Rosidah dipegang oleh KPM lain yang memiliki kemiripan nama. Yaitu, Rosideh dari Dusun Loloran, Desa Dharma Camplong.
”Mereka berdua sama-sama penerima manfaat,” ulasnya.
Mantan kepala Desa Dharma Camplong Mohammad Amin juga membantah dugaan penyelewengan bansos tersebut.
Faktanya, kata dia, ATM milik Rosidah tertukar dengan KPM PKH lain.
Namun, Amin tidak mengetahui pasti terkait ATM milik KPM PKH lain yang tertukar.
Dia juga tidak bisa menjawab saat ditanya ke mana kartu tersebut tertukar. ”Nah, itu yang saya tidak tahu ke mana,” katanya. (afg/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti