SAMPANG, RadarMadura.id – Dugaan penggelapan bantuan sosial (bansos) program keluarga harapan (PKH) di Desa Dharma Camplong kini masuk ranah hukum.
Pemerintah desa sempat memediasi KPM PKH Rosidah dan pendamping Abd. Mannan. Namun, upaya tersebut gagal.
Pj Kepala Desa Dharma Camplong Mat Ruji mengatakan, pihaknya berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut di tingkat desa.
Yakni, dengan cara memediasi kedua belah pihak. Itu dilakukan agar masalah tersebut tidak sampai masuk ke ranah hukum.
Dia mengaku tidak mengetahui jika Rosidah sudah melaporkan masalah itu ke Polres Sampang. ”Upaya mediasi itu sudah dilakukan sebulan yang lalu.
Kami maunya kasus ini selesai (tanpa melalui proses hukum),” tutur Mat Ruji saat dihubungi Rabu (24/1).
Meski begitu, Mat Ruji enggan berkomentar banyak terkait masalah tersebut.
Saat ditanya dugaan penyelewengan dana PKH tersebut, dia mengaku tidak paham pokok permasalahannya. ”Maaf saya lagi ada acara,” kelitnya.
Sebelumnya, pendamping PKH Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Abd. Mannan dilaporkan ke polisi, Senin (22/1). Dia diduga menggelapkan dana bansos PKH milik KPM Rosidah.
Rosidah mengaku tidak pernah mendapat bantuan meski namanya tercantum sebagai KPM PKH. Kejadian itu sudah berlangsung sejak 2021.
Namun, pendamping PKH Dharma Camplong Abd. Mannan membantahnya. Menurutnya, kartu ATM milik Rosidah tertukar dengan KPM yang lain.
Diketahui, ada dua nama KPM PKH Dharma Camplong yang mirip tapi beda dusun. Pertama Rosidah di Dusun Dharma. Kedua, Rosideh beralamat di Dusun Loloran.
Terpisah, mantan Kades Dharma Camplong Mohammad Amin sependapat dengan pernyataan pendamping PKH Abd. Mannan.
Menurut dia, fakta yang terjadi di lapangan adalah kartu ATM milik Rosidah dipegang oleh Rosideh.
”Komentar saya tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Mannan. Kenyataannya, di bawah ya memang seperti itu,” ungkapnya.
Meski begitu, Amin tidak bisa menjawab saat ditanya terkait kartu ATM yang semestinya dipegang Rosideh. Sebab, warga Dusun Loloran itu juga tercatat sebagai KPM PKH.
”Nah, ini saya yang tidak tahu ke mana,” ungkapnya. (afg/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti