SAMPANG, RadarMadura.id – Kinerja tenaga kesehatan (nakes) mendapat perhatian Bupati Sampang Slamet Junaidi.
Orang nomor satu di Kota Bahari itu meminta petugas kesehatan profesional melaksanakan tugas.
Slamet Junaidi menyatakan, petugas kesehatan tak boleh terpecah menjadi kelompok tertentu.
Hal itu bisa memengaruhi kinerja nakes. Jika dibiarkan, bisa berimbas pada pelayanan kesehatan masyarakat.
”Saya tahu betul bahwa ada yang seperti itu. Misalnya, tidak setuju dengan kepemimpinan si A sehingga perintah diabaikan," ujarnya.
”Jangan sampai hal ini terulang kembali. Tidak boleh ada yang seperti itu di rumah sakit,” tegasnya.
Bupati yang karib disapa Aba Idi itu menginginkan agar pelayanan di setiap fasilitas kesehatan (faskes) terpadu.
Dengan begitu, nakes kompak menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang Agus Akhmadi menegaskan, perhatian bupati menjadi atensinya.
Dia tidak segan memberikan sanksi kepada nakes yang tidak profesional dalam bekerja.
Manajemen RSMZ Sampang, kata Agus, memberlakukan rotasi posisi di sejumlah pelayanan.
Tujuannya, meminimalkan gesekan antarnakes sehingga berpotensi terpecah.
”Pada dasarnya, kami tidak takut memberikan sanksi. Siapa pun kalau tidak profesional, maka bersiap untuk mendapat sanksi,” tukas mantan direktur RS PHC Surabaya itu. (afg/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana