Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Masuk KLB, Puskesmas di Sampang Sisir 31 Ribu Anak, Kejar Target Sub PIN Penanggulangan Polio

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 17 Januari 2024 | 16:35 WIB
ANTISIPASI: Tim pelaksanaan Sub PIN Polio Puskesmas Kamoning melakukan imunisasi kepada anak di Posyandu Temor Sabe, Desa Pekalongan, Sampang, Selasa (16/1). (PUSKESMAS KAMONING UNTUK JPRM)
ANTISIPASI: Tim pelaksanaan Sub PIN Polio Puskesmas Kamoning melakukan imunisasi kepada anak di Posyandu Temor Sabe, Desa Pekalongan, Sampang, Selasa (16/1). (PUSKESMAS KAMONING UNTUK JPRM)

SAMPNG, RadarMadura.id – Sebaran kasus polio di Kabupaten Sampang masuk kategori kejadian luar biasa (KLB).

Karena itu, dalam pekan ini semua puskesmas dikerahkan untuk melakukan sub pekan imunisasi nasional (PIN) penanggulangan polio.

Sebanyak 31 ribu anak mulai disisir, baik di sekolah, posyandu, dan rumah warga.

Kepala Puskesmas Kamoning Hurin Ain menyampaikan, pihaknya membentuk tim khusus untuk penanggulangan KLB polio.

Mereka terdiri dari perawat, bidan, dan dokter. Tim ini bergerak untuk melakukan imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Kamoning.

Dia menyebut, jumlah target sasaran imunisasi mencapai 6.998 anak.

Menurutnya, target tersebut sulit terealisasi hingga seratus persen. ”Target capaian minimal 95 persen,” ujarnya Selasa (16/1).

Hurin mengungkapkan, imunisasi polio sifatnya wajib diberikan kepada anak untuk memutus rantai penularan.

Sebab, di Sampang sudah ada temuan kasus anak yang terserang virus polio. ”Iya, wajib untuk memutus rantai penularan polio,” ungkapnya.

Puskesmas Kamoning membentuk 149 pos imunisasi di sejumlah desa.

Pos itu juga tersebar di 68 posyandu dan sekolah mulai tingkat PAUD, TK, SD, dan MI. Meski begitu, tidak semua anak sudah diimunisasi.

Hurin memaparkan, proses imunisasi melibatkan pemerintah desa atau kelurahan, TP PKK, babinsa serta bhabinkamtibmas.

Meski begitu, pihaknya masih menemukan kendala. Di antaranya, terdapat sejumlah sasaran imunisasi yang tidak hadir ke posyandu dan tidak masuk sekolah.

”Sasaran tidak hadir karena ada yang sakit dan bepergian. Kalau tanpa keterangan, di-sweeping langsung ke rumah warga,” paparnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes KB Sampang Samsul Arifin mengutarakan, target sasaran imunisasi polio sebanyak 31 ribu anak.

Yakni, mulai usia anak 0 hingga delapan tahun. Semua pihak dilibatkan, seperti puskesmas, pemerintah desa, dan sekolah.

Samsul menilai, Sampang sudah memenuhi unsur KLB polio. Sebab, ada dua anak yang dinyatakan positif polio.

”Satu kasus saja sudah masuk kategori KLB. Tapi, SK KLB masih diproses, belum terbit,” tuturnya.

Dia meminta agar masyarakat ikut membantu penanggulangan virus polio agar tidak semakin menyebar. Yakni dengan membantu menyukseskan kegiatan imunisasi polio.

”Kami berharap masyarakat menerima imunisasi ini agar anak kita sehat dan terhindar dari polio,” tukasnya. (bil)

 Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#posyandu #anak #rumah warga #sekolah #Sub PIN Polio #imunisasi polio #kasus polio