SAMPANG, RadarMadura.id – Ketersediaan sarana transportasi laut di Desa Marparan, Kecamatan Sreseh, terbatas.
Kamis (11/1), warga harus menunggu lama untuk membawa jenazah menyeberang di Pelabuhan Jiceng. Karena itu, masyarakat menuntut ketersediaan ambulans laut.
Warga Marparan Supardi menceritakan, dirinya ikut mengawal proses penyeberangan jenazah di Pelabuhan Jiceng tersebut.
Pihaknya sempat kesulitan untuk menyeberang. Pasalnya, kapal penyeberangan yang biasanya beroperasi tidak ada.
Pihak keluarga sempat menghubungi pihak kapal milik pemerintah yang dikelola desa. Namun, kapal tersebut tidak kunjung datang, sehingga jenazah sempat tertahan di pelabuhan.
”Perahu yang beroperasi di Pelabuhan Jiceng untuk mengantar jenazah tidak ada,” ucapnya.
Akhirnya, jenazah dibawa menggunakan perahu kecil yang diusahakan oleh pihak keluarga karena sudah lama menunggu.
Karena itu, dia berharap pemerintah menyediakan ambulans laut. ”Ini sangat memprihatikan dan semestinya menjadi perhatian serius pemerintah,” ungkap Supardi.
Pj Kepala Desa Marparan Abdul Gafur menerangkan, pihaknya mengelola armada laut yang biasa digunakan untuk penyeberangan.
Dia mengeklaim, saat kejadian tidak ada pihak keluarga yang melapor ke pengelola kapal. Menurutnya, ada miskomunikasi yang menyebabkan kapal terlambat.
”Saya juga sudah melayat ke rumah duka. Ternyata tidak ada pemberitahuan kepada pengelola kapal agar jenazah dijemput,” terangnya.
Kendati demikian, pihaknya mendukung ketersediaan ambulans laut. Mengingat, masyarakat sangat membutuhkan untuk percepatan pelayanan orang sakit.
Sebab, sejauh ini fasilitas yang tersedia hanya kapal penumpang. ”Makanya diangkut dengan kapal kecil,” tuturnya.
Staf Bidang Layanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes dan KB Sampang Subagyo memaparkan, pihaknya belum mampu menyediakan ambulans laut untuk masyarakat Marparan.
Pihaknya hanya memiliki satu unit ambulans laut yang beroperasi di Pulau Mandangin.
Tahun ini instansinya belum ada rencana untuk menambah ambulans laut. Alasannya, anggaran tidak memadai.
”Sementara ambulans laut yang ada hanya satu unit dan beroperasi untuk masyarakat di Pulau Mandangin,” paparnya. (jun/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia