SAMPANG, RadarMadura.id – Kinerja PT Geliat Sampang Mandiri (GSM) perlu ditingkatkan.
Agar bisa lebih produktif dalam memberikan kontribusi kepada pemerintah, berupa pendapatan asli daerah (PAD).
Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, PAD yang diberikan badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut semakin merosot.
Perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang minyak dan gas hanya menyetor PAD Rp 71.280.000 di 2023.
PAD yang disetorkan di 2023 tersebut merupakan hasil kinerja selama 2022. Nilainya semakin menurun dibanding setoran PAD pada 2019, 2020, dan 2021.
Plt Direktur Utama PT GSM Tamsul menyatakan, PAD yang diberikan kepada pemerintah merupakan keuntungan bersih setelah dibagi dengan para pemilik saham.
Besaran pembagian laba itu disesuaikan dengan kepemilikan saham masing-masing di PT GSM.
Pemilik saham PT GSM adalah pemkab dengan total saham 99 persen. Kemudian, satu persen lainnya milik PDAM Trunojoyo Sampang.
Sedangkan, setoran yang diberikan kepada pemkab sebagai PAD setiap tahunnya fluktuatif sesuai laba dari bisnis yang dikembangkan.
”Kalau yang disetor itu sudah laba bersih dari hasil pembagian masing-masing kepemilikan saham. Setiap tahunnya memang berbeda-beda,” jelasnya.
Pada 2022, perusahaannya tidak menyetorkan PAD kepada pemerintah. Alasannya, perusahaannya mengalami kerugian selama 2021. Juga karena terdampak pandemi Covid-19.
Sementara, laba bersih yang didapat pada 2023 akan disetor tahun ini.
Pihaknya memproyeksikan PAD yang disetorkan sekitar Rp 1 miliar. Karena secara keuangan perusahaan saat ini dalam kondisi yang semakin baik.
Salah satunya dapat mendorong peningkatan kepemilikan saham dari anak perusahaan.
”Penghasilan PT GSM itu mengandalkan hasil bisnis dari anak perusahaan. Karena, PT GSM sendiri diatur oleh pemilik saham untuk tidak berbisnis sendiri,” sambungnya.
Anggota Komisi II DPRD Sampang Agus Husnul Yakin menyampaikan, harus ada evaluasi atas kinerja PT GSM oleh pemerintah selaku pemilik saham.
Karena sumbangsihnya sebagai perusahaan pelat merah untuk daerah sangat minim.
Pihaknya juga meminta agar PT GSM dapat berinovasi dengan rencana pengembangan bisnis yang lebih baik, sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.
Sehingga, tidak kalah dengan perusahaan lain dalam menjalankan bisnisnya.
Dirinya juga mengapresiasi keberhasilan PT GSM yang tahun ini sudah berhasil mendapatkan participating interest (PI) melalui anak perusahaannya yang dibentuk dengan BUMD Provinsi.
”Harus ada evaluasi, baik dari sisi manajerial maupun SDM yang ada di perusahaan. Tidak kalah penting juga kalau perusahaan itu harus terus berinovasi,” jelas politikus PBB itu. (jun/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia