SAMPANG, Radar Madura.id – Relawan Madrasah Memanggil cukup luas. Tidak hanya kalangan pelajar. Tapi, juga dari tenaga pengajar perguruan tinggi. Salah satunya dosen IAIN Madura, Dr. Hj. Waqiatul Masrurah, M.Si.
Di sela-sela kesibukan mengajarnya, dia rela membagi waktu untuk mengisi ngaji bersama di PP. Mambaul Ulum, Kemuning, Karang Penang, Sampang.
Hadir dalam pengajian strategi pola asuh anak dan remaja di era digital puluhan muslimat di lingkungan tersebut.
Waqiah mengajak orang tua, terutama ibu untuk pro aktif mengawasi anak. Sebab, era digital telah mengikis waktu anak-anak untuk terus berdampingan dengan gadget.
Jika tidak dilakukan pengawasan secara aktif, bukan tidak mungkin akan berdampak negatif.
“Tugas orang tua semakin berat. Anak-anak kita hidup di era digital yang canggih. Hampir 24 jam berdampingan dengan gadget,” kata Waqiah.
Dia berbagi tujuh tips kepada para muslimat. Antara lain, mengawasi dengan ketat anak-anak, membuat jadwal penggunaan gadget, dan menjadikan gadget sebagai media edukasi.
Kemudian, memberitahu risiko dan dampak dari penggunaan gadget secara berlebihan, mengajak anak untuk beraktivitas yang lebih positif, serta tegas dan proaktif.
“Yang terakhir terus berdoa agar dijaga dari berbagai kemudaratan,” tambahnya.
Mengomentari kegiatan Madrasah Memanggil, Waqiah memberi apresiasi karena dinilai sangat positif.
Dia mengatakan, acara yang diinisasi PW PGMNI Jawa Timur ini harus terus dilanjutkan. Sebab, manfaat untuk masyarakat luar biasa.
“Saya berharap, kegiatan ini berlangsung kontinyu. Ini manifestasi dari pengabdian guru untuk terus berbagi ilmu kepada masyarakat,” tandasnya. (di/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta