Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Suket Sakit Ditengarai Palsu! Fadil Diduga Menghindar Dimutasi dalam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Guru SDN Madulang 2 Sampang

Fatmasari Margaretta • Sabtu, 9 Desember 2023 | 22:56 WIB

ilustrasi pelecehan di tempat kerja
ilustrasi pelecehan di tempat kerja

SAMPANG, RadarMadura.id – Informasinya surat keputusan (SK) mutasi Kepala SDN Madulang 2 M. Fadiluddin Thohir sudah diterbitkan, Selasa (28/11). Namun, SK tersebut belum diterima Fadil. Dia diduga menghindar untuk dimutasi dengan alasan sakit.

Guru SDN Madulang 2 HL (inisial), 47, menyatakan, pihaknya sudah melaporkan dugaan pecelehan seksual yang dilakukan M. Fadiluddin Thohir pada Dinas Pendidikan (Dispendik) Sampang. Pihaknya berharap agar Fadil segera dimutasi.

Alasannya, HL mengaku sering dilecehkan oleh Kepsek asal Pamekasan tersebut. ”Kami sudah datang ke dinas meminta Fadil dimutasi, khawatir ada korban lain yang menimpa murid,” ujarnya.

Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin Minta Generasi Muda Siapkan Diri untuk Indonesia Emas 2045

Dispendik sudah menindaklanjuti laporan dirinya dan korban pelecehan lainnya. Sehingga, perwakilan dari Dispendik Sampang mendatangi sekolahnya, Selasa (28/11).

Saat itu, dispendik ingin menyerahkan SK mutasi untuk Kepsek yang diduga cabul tersebut.

”Tapi, waktu itu Pak Fadil tidak masuk karena sakit. Makanya sampai sekarang SK belum diterima Pak Fadil,” ujarnya.

Koran ini mendapat foto surat keterangan (suket) sakit M. Fadiluddin Thohir yang diterbitkan RSAI Siti Aisyah Pamekasan, Selasa (28/11).

Dalam suket itu tertulis Fadil memerlukan istirahat selama tiga hari karena sakit terhitung dari Rabu (29/11)–Jumat (1/12).

Dia didiagnosis mengalami hipertensi emergency oleh dokter yang memeriksa, yakni Arief Hartanto Simatupang. Surat itu juga dilengkapi tanda tangan dan stempel dari dokter tersebut.

Baca Juga: Rumor Apple Segera Stop Pengembangan Modem 5G

Berdasarkan data RSAI Siti Aisyah dan website resmi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Arief Hartanto Simatupang merupakan dokter spesialis bedah.

Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mendapat foto surat bantahan bahwa RSAI Siti Aisyah tidak pernah mengeluarkan surat keterangan sakit M. Fadiluddin Thohir.

Surat tersebut dilengkapi tanda tangan Direktur RSAI Siti Aisyah dr Aminatus Sa’diyah dan stempel basah yang diterbit pada Senin (4/12).

Terdapat perbedaan antara surat keterangan sakit M. Fadiluddin Thohir dan surat bantahan yang dikeluarkan Direktur RSAI Siti Aisyah dr Aminatus Sa’diyah.

Perbedaan  yang sangat mencolok yaitu format dan tulisan pada kop surat. Selain itu, warna kop surat juga berbeda.

Dikonfirmasi terpisah, Fadil mengaku belum menerima SK mutasi. Maka, pihaknya masih aktif sebagai Kepsek di SDN Madulang 2.

”Saya tetap masuk ke sekolah karena masih punya SK penempatan di SDN Madulang 2,” tegasnya.

Baca Juga: Malam Anugerah Madura Awards 2023 Berlangsung Semarak

Pihaknya tidak mempermasalahkan jika harus dimutasi. Namun, harus disampaikan secara jelas. ”Saya bukan tidak mau. Saya pasti patuh, tapi apa kesalahannya, harus jelas,” paparnya.

Pihaknya tidak tahu perwakilan dari Dispendik Sampang datang ke sekolahnya untuk membawa surat mutasi ke sekolah, Selasa (28/11). Sebab, saat itu dirinya sedang tidak masuk karena sakit hipertensi.

”Tapi, teman-teman guru di sekolah ada yang memberi kabar bahwa ada SK Plt. Padahal, sebelumnya tidak ada kabar, tiba-tiba langsung ada SK Plt,” ungkapnya.

Fadil mengakui dirinya memiliki suket sakit. Sayangnya, dia tidak mau menyebut rumah sakit yang mengeluarkan surat tersebut. Tiba-tiba Fadil meminta JPRM untuk menghentikan wawancara dan beralasan kondisinya belum pulih.

”Saya ada riwayat darah tinggi. Sudah dulu ya,” tutupnya.

Kepala Dipensdik Sampang Edi Subinto tidak menjawab secara spesifik perihal SK mutasi Fadil. Namun, dia mengaku memang berencana mendongkel Fadil dari posisinya sebagai Kepsek SDN Madulang 2.

Keinginan itu sudah ada sejak November lalu. Namun, pihaknya mengeklaim SK mutasi belum diterbitkan.

”Memang ada rencana ke sana (mutasi), tapi SK belum terbit,” terangnya.

Edi enggan menanggapi adanya dugaan suket sakit palsu tersebut. Sebab, dirinya menerima suket itu dari M. Fadiluddin Thohir. ”Kami tidak se-detail itu. Karena alasan sakit, kita hormati,” tukasnya.

JPRM mencoba menghubungi manajemen RSAI Siti Aisyah Pamekasan. Namun, nomor pelayanan yang dihubungi tidak memberikan tanggapan terkait suket sakit yang diduga palsu tersebut. Petugas rumah sakit khusus tersebut meminta koran ini untuk konfirmasi langsung kepada direkturnya. (bil/jup)

Editor : Fatmasari Margaretta
#berita sampang #guru #kriminal #kepala sekolah #sampang #surat sakit #pendidikan #suket palsu #pelecehan seksual