SAMPANG, RadarMadura.id – Perajin batik di Kota Bahari tidak merata. Data di Diskopindag Sampang menyebutkan, dari 14 kecamatan, sebaran perajin hanya berada di delapan kecamatan. Namun, motif batik yang diproduksi sudah memiliki hak cipta.
Penyuluh Perindustrian Perdagangan Diskopindag Sampang Moh. Irwan Ferdiawan menyatakan, tiga motif batik buatan perajin sudah memiliki hak cipta. Pertama, motif batik Trunojoyo. Hak cipta motif batik tersebut didaftarkan setelah diliti oleh Universitas Brawijaya Malang.
Kedua, motif batik Pendopo Sampang. Disperindag Jatim mengajukan hak cipta motif batik tersebut karena meraih juara II lomba desain motif batik kategori guru. Ketiga, motif batik tang bathek yang didaftarkan Disperindag Jatim.
”Itu yang kami ketahui. Kalau pendaftaran hak cipta atas inisiatif pribadi oleh industri kecil menengah (IKM) atau masyarakat umum, kami belum punya datanya,” ujarnya.
Menurut dia, jumlah IKM batik aktif yang terdata sebanyak 16 perajin. Setiap perajin memiliki beberapa tim produksi. Mereka tersebar di delapan kecamatan. ”Yakni, Kecamatan Banyuates, Ketapang, Robatal, Jrengik, Omben, Karang Penang, Camplong, dan Sampang,” tuturnya.
Irwan memaparkan, motif batik Sampang hampir sama dengan motif batik yang diproduksi perajin di kabupaten lain di Madura. Pada umumnya berupa flora dan fauna. Misalnya, motif kembang dan burung dengan warna dominan merah dan hijau. ”Tapi, sekarang untuk busana adat, kami sudah punya motif batik khas Sampang,” paparnya.
Dia menerapkan, motif batik khas Sampang berupa batik motif Trunojoyo dengan simbol tombak Pangeran Trunojoyo dan daun lamtoro. Batik motif Trunojoyo dipakai ASN dan non-ASN di lingkungan Pemkab Sampang. Selain itu, ada batik busana adat dengan motif batik serser.
Dia menjelaskan, setiap motif batik memiliki nilai pasar tersendiri. Namun, secara umum, batik buatan Sampang dipasarkan ke Kalimantan, Sumatra, Jawa, bahkan hingga Malaysia. Total produksi dalam sebulan rata-rata 800 kain.
”Tapi, orderan terbanyak yang diterima perajin biasanya saat ada pembuatan seragam kantor,” tandasnya. (bil/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana