SAMPANG, RadarMadura.id – Rencana Pemkab Sampang merelokasi pedagang Pasar Srimangunan Blok C1 ke Pasar Margalela belum terealisasi hingga Minggu (8/10).
Pemkab belum bisa memastikan rencana itu akan terealiasi tahun ini atau tidak. Itu setelah ada penolakan dari para pedagang.
Sekkab Sampang Yuliadi Setiyawan mengatakan, rencana pemkab merelokasi pedagang tersebut tidak akan dibatalkan, tetapi ditunda. Sebab, belum menemukan konsep yang tepat.
”Belum ada kesepakatan antara pemkab dan pedagang,” katanya.
Menurut dia, pemkab sudah beberapa kali bertemu dan berbincang dengan pedagang. Itu dilakukan karena pemkab ingin menyimak dan memperhatikan aspirasi pedagang.
”Tapi, kami belum bisa memastikan, apakah terealisasi sebelum akhir tahun atau tidak,” tuturnya.
Dia menjelaskan, pada dasarnya pemkab memiliki tujuan yang arif dengan rencana relokasi tersebut. Salah satu tujuannya, menata pasar di wilayah Kabupaten Sampang.
Namun, belakangan ada penolakan dari masyarakat dan perlu dipertimbangkan oleh pemkab.
”Setelah beberapa kali bertemu dengan pedagang, sepertinya belum bisa dilakukan relokasi. Belum ketemu konsep dan kesepakatan. Karena itu, tidak bisa dipaksakan direalisasikan tahun ini,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Wawan itu menyatakan, semua aspirasi pedagang akan disampaikan kepada bupati. Selanjutnya, pihaknya akan melaksanakan arahan dari bupati.
”Saya meyakini bupati akan mempertimbangkan aspirasi pedagang. Sebab, ini semata-mata demi kepentingan masyarakat Kabupaten Sampang. Terutama, dalam hal pengelolaan dan penataan pasar rakyat,” tandasnya. (jun/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia