Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Serapan Belanja Masih 50 Persen, DPRD Sampang Semprot TAPD

Fatmasari Margaretta • Minggu, 17 September 2023 | 01:12 WIB
INTERUPSI: Anggota DPRD Sampang Iwan Effendi (dua dari kanan) menyampaikan pendapat terkait serapan APBD 2023 dalam rapat paripurna Jumat (15/9).
INTERUPSI: Anggota DPRD Sampang Iwan Effendi (dua dari kanan) menyampaikan pendapat terkait serapan APBD 2023 dalam rapat paripurna Jumat (15/9).

SAMPANG, RadarMadura.id – Anggota DPRD Sampang Iwan Effendi tiba-tiba mengajukan interupsi menjelang rapat paripurna berakhir, Jumat (15/9). Iwan meminta Bupati Slamet Junaidi dan Wabup Abdullah Hidayat lebih memperhatikan serapan APBD 2023. Sebab, serapan anggaran hingga akhir triwulan ketiga masih rendah.

Iwan mengutarakan, bupati dan Wabup harus bisa mendorong tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) agar meningkatkan serapan anggaran. Apalagi, tahun anggaran berjalan tinggal tiga bulan. Sementara serapan anggaran belanja baru terealisasi 50 persen.

”Seharusnya serapan belanja barang dan jasa minimal triwulan kedua terealisasi. Tapi mau memasuki triwulan akhir masih minim,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Sampang Amin Arif Tirtana. Realisasi anggaran belanja juga pernah dibahas di rapat komisi. Dari catatan antarkomisi, serapan anggaran secara umum baru mencapai 50 persen.

Menurut dia, serapan anggaran tersebut harus menjadi perhatian khusus pemerintah daerah. Pihaknya mendorong anggaran TAPD lebih maksimal dalam merealisasikan program di sisa tahun anggaran berjalan. ”TAPD katanya mau rapat koordinasi khusus bersama OPD terkait realisasi program dan serapan anggaran,” paparnya.

Ketua TAPD Pemkab Sampang Yuliadi Setiyawan mengakui rendahnya serapan anggaran. Hingga September ini, dia mencatat serapan anggaran baru mencapai sekitar 54 persen. Dia mengutarakan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab rendahnya realisasi serapan anggaran.

Pejabat yang akrab disapa Wawan itu menjelaskan, lambatnya realisasi program di antaranya karena keterlambatan proses lelang kegiatan. Menurut dia, ada beberapa persyaratan dokumen administrasi yang belum terpenuhi. ”Ketika sebelum lelang ada syarat administrasi yang belum dilengkapi, ini juga berpengaruh pada serapan anggaran,” terangnya.

Selain itu, terdapat pengurangan anggaran sekitar Rp 11 miliar pada perubahan APBD 2023. Anggaran tersebut tidak direalisasikan karena dihapus. Dengan begitu, otomatis program yang dianggarkan melalui dana tersebut tidak bisa direalisasikan. ”Ini juga menjadi penyebab rendahnya realisasi,” jelas Wawan. (bil/luq)

Editor : Fatmasari Margaretta
#TAPD #anggaran #rapat koordinasi #wabup sampang #sampang #bupati sampang #serapan belanja #APBD #radar madura