SAMPANG, RadarMadura.id – Potensi wisata alam di Kota Bahari tidak sedikit. Salah satunya, destinasi Wisata Sawah Padi-Padi yang terletak di Desa Taman, Kecamatan Jrengik.
Pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan hamparan sawah luas lengkap dengan spot foto yang menawan. Destinasi itu juga baru diresmikan oleh Pemkab Sampang pada Rabu (30/8).
”Kalau berkunjung ke tempat ini rasanya tenang. Pemandangan sawah yang hijau mampu meneduhkan mata. Apalagi, pada sore hari. View-nya dapet banget,” ucap salah satu pengunjung objek wisata Padi-Padi, Siti Romlah.
Romlah dan temannya sengaja mampir ke Kota Sampang untuk sekadar menikmati objek Wisata Sawah Padi-Padi. Apalagi, lokasinya juga tidak jauh dari pusat kota serta mudah diakses kendaraan.
”Objek wisata alam sepertinya lebih prospektif kalau di Madura. Namun, tetap harus ada inovasi dan dikembangkan di tahun-tahun berikutnya. Kalau hanya itu-itu saja, terkadang pengunjung merasa bosan,” tutur Romlah.
Ketua Asosiasi Pariwisata Madura (Asprim) Achmad Vicky Faisal berpendapat, sektor pariwisata sangat berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Karena itu, gerakan sadar wisata harus terus digalakkan.
”Nantinya yang diuntungkan adalah masyarakat sekitar. Sebab, ada prospek yang bermuatan ekonomis dalam pengembangan sektor pariwisata. Tinggal bagaimana kita bisa menggali dan mengelola potensi yang ada di wilayah kita masing-masing,” ucapnya.
Vicky mendukung upaya pemerintah daerah dengan menetapkan 35 wilayah sebagai kawasan yang memiliki potensi desa wisata. Tentunya, upaya tersebut membutuhkan perencanaan yang benar-benar matang serta mendapat dukungan dari berbagai pihak.
”Objek Wisata Sawah Padi-Padi seakan menjadi cerminan bagaimana kesuksesan dalam pengelolaan wisata suatu wilayah. Namun, yang perlu digarisbawahi adalah bahwa semua itu butuh proses,” imbuhnya.
Sementara itu, Camat Jrengik Zaiful Muqaddas mengatakan, destinasi itu dikelola oleh Pemdes Taman melalui badan usaha milik desa (BUMDes) setempat. Dengan begitu, hasil tata kelola dari objek wisata tersebut bisa dimanfaatkan oleh desa.
”Kami mendorong desa yang lain juga seperti itu. Saat ini baru satu-satunya di Kecamatan Jrengik. Ke depan, semoga bisa berdampak positif bagi kemajuan sektor pariwisata di Sampang,” tandasnya. (afg/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta