SAMPANG, RadarMadura.id – Pemkab Sampang telah menetapkan 62 desa di Bumi Trunojoyo masuk wilayah kering ekstrem. Kondisi kekeringan itu diperkirakan akan berlangsung selama enam bulan sejak April 2023. Namun, penyaluran air bersih hanya sekitar 45 hari sejak pertengahan Agustus ini.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Mohammad Imam mengatakan, pemerintah daerah berencana menyalurkan bantuan air bersih sejak lama. Namun, realisasi bantuan air bersih baru bisa dimulai Kamis (17/8). ”Kami harus mengusulkan bantuan tersebut terlebih dahulu ke Pemprov Jawa Timur. Karena, anggarannya bukan di daerah,” tuturnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (23/8).
Anggaran untuk kegiatan tersebut Rp 156 juta. Jumlah itu termasuk biaya operasional selama penyaluran. BPBD Sampang juga bekerja sama dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Trunojoyo.
Dalam 15 hari awal pendistribusian, satu desa dijatah dua tangki air bersih. Tiga tangki lainnya akan dilanjutkan pada September. ”Target kami kan satu desa itu bisa dapat lima tangki lah dalam penyaluran,” ucapnya.
Direktur Perumdam Trunojoyo Sampang Dani Darmawan menambahkan, pihaknya menyediakan dua armada untuk menyalurkan air bersih pada 62 desa. Sisanya menggunakan kendaraan milik BPBD. Perumdam Trunojoyo telah membentuk tim gabungan bersama BPBD. ”Koordinasi sudah dilakukan. Termasuk dengan pihak desa yang mendapatkan bantuan,” katanya. (afg/luq)
Editor : Berta SL Danafia