Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

SDN Sokobanah Tengah 2 Seusai Disegel Ahli Waris, Ratusan Murid Dua Kali Belajar di Luar Kelas

Abdul Basri • Jumat, 25 Agustus 2023 | 04:57 WIB

 

MENGUNGSI: Siswa SDN Sokobanah Tengah 2 menumpang KBM di lingkungan TK An-Nur.
MENGUNGSI: Siswa SDN Sokobanah Tengah 2 menumpang KBM di lingkungan TK An-Nur.

SAMPANG, RadarMadura.id – Ratusan murid SDN Sokobanah Tengah 2 tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas seperti sebelumnya. Sebab, ruang kelas disegel oleh warga yang mengaku sebagai pemilik lahan.

Kepala SDN Sokobanah Tengah 2 Husni Tamrin mengatakan, semua ruangan sekolah disegel. Mulai ruang guru, kelas, bahkan pintu masuk sekolah.

Karena itu, pelajar dan guru tidak bisa masuk ke sekolah karena disegel. ”Pintu pagar juga disegel dengan tripleks,” tuturnya pada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Husni Tamrin menceritakan, penyegelan ruangan sekolah terjadi dua kali. Warga yang mengeklaim sebagai pemilik lahan tersebut melakukan penyegelan ketika sekolah libur. Pertama, terjadi pada Minggu (25/6) dan penyegelan kedua pada Minggu (6/8).

Dijelaskan, saat penyegelan pertama ruangan sempat dibuka. Kebetulan saat itu tidak ada aktivitas di sekolah karena libur semester genap. ”Penyegelan kedua belum dibuka sampai sekarang,” ungkapnya.

KBM di SDN Sokobanah Tengah 2 tetap berjalan meski tidak efektif. Untuk sementara, pelajar dan guru numpang di TK An-Nur. Jaraknya sekitar 50 meter dari SD yang disegel.

Husni Tamrin menyatakan, KBM dilaksanakan dengan pola sif. Pembelajaran untuk murid kelas I hingga III berakhir pukul 9.00.

Sebab, pelajar kelas IV hingga VI mulai masuk kelas pada pukul 09.00. ”Yang bisa kami lakukan mengubah jam pelajaran dan pola KBM,” terangnya.

Pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak atas penyegelan tersebut. Husni memanfaatkan lokasi sementara untuk ditempati KBM.

Dia memberikan pencerahan kepada pelajar dan wali murid terkait kondisi sekolah.

”Jumlah murid SDN Sokobanah Tengah 2 saat ini mencapai 152 orang. Sementara jumlah guru dan staf 10 orang. Saat ini pelaksanaan KBM murid menjadi prioritas kami,” paparnya.

Husni Tamrin mengungkapkan, lahan sekolah memang belum bersertifikat. Saat ini dia tidak bisa memastikan siapa pemilik lahan.

Apalagi, pihak yang mengeklaim sebagai pemilik lahan juga belum menunjukkan bukti kepemilikannya.

”Tapi, logikanya pemerintah tidak akan mendirikan fasilitas atau gedung sekolah tanpa dasar atau alasan yang jelas,” ungkapnya.

Kepala Dispendik Sampang Edi Subinto sudah mengetahui penyegelan SDN Sokobanah 2. Dia juga sudah turun ke lokasi saat penyegelan pertama.

Setelah dilakukan negosiasi, akhirnya segel dibuka dan aktivitas KBM berjalan seperti biasa.

”Kami sudah komunikasi dengan pihak sekolah dan warga yang mengaku ahli waris. Kami juga sudah mengadakan rapat untuk mencari solusi. Sekarang kita masih mencari jalan keluar,” tandasnya. (bil/yan)

Editor : Abdul Basri