Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Sampang Suaidi Asyikin menyampaikan, operasi itu sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Tujuannya, untuk ketertiban dan pembinaan. ”Sasarannya siswa yang bolos pada jam sekolah,” jelasnya kemarin (22/2).
Menurut Suaidi, siswa yang diamankan berasal dari beberapa sekolah. Yakni, SMKN 2 Sampang, SMKN 1 Sampang, dan MAN Sampang. Pihak sekolah dan wali murid dipanggil untuk dilakukan pembinaan bersama. Setelah membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya, para siswa dipulangkan. ”Harapan kami, mereka tidak mengulangi kembali,” terangnya.
Operasi tersebut bukan untuk menindak kafe atau warung. Target utamanya dalah siswa bolos sekolah. Tetapi, pihaknya juga akan melakukan pembinaan kepada pemilik warung agar tidak melayani siswa saat jam pelajaran.
Operasi semacam itu akan terus dilanjutkan. Sasarannya adalah warung yang kerap menjadi tongkrongan pelajar. Sebab, berdasarkan informasi yang diterima, banyak pelajar yang bolos pada jam sekolah.
”Demi masa depan mereka, jadi negara harus hadir. Secara tidak langsung, kami ingin membina mereka. Jadi, semua elemen harus saling mendukung. Satpol PP, Polri, sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar. Karena masa depan Sampang itu ada di mereka semua,” pungkasnya.
Sayang pihak sekolah dan madrasah tidak berkenan memberikan konfirmasi terkait hal tersebut. Saat dihubungi, yang bersangkutan tidak merespons. (dil/han) Editor : Abdul Basri