Kabid Perikanan Tangkap dan Kenelayanan Dinas Perikanan Sampang Siti Asiya mengungkapkan, tenaga penyuluh perikanan sangat terbatas. Minim jika dibanding jumlah nelayan. Jumlah nelayan yang tercatat 15.597 orang. Sementara tugas penyuluh tidak hanya mencakup melakukan pembinaan kepada nelayan. Secara umum mengembangkan potensi perikanan yang juga dari pembudi daya ikan.
Meski demikian, dinas perikanan tidak bisa serta merta menambah personel penyuluh perikanan. Sebab, rekrutmen wewenang Kementerian Kelauatan dan Perikanan (KKP). Penambahan personel yang bisa dilakukan daerah hanya mengangkat pekerja teknik lapangan (PTL).
Hal itu juga sulit dilakukan karena ketersediaan anggaran terbatas. Sebab, pemerintah harus menggaji secara mandiri apabila mengangkat PTL. Pihaknya sudah berkali-kali mengusulkan penambahan meski belum berhasil. ”Jumlah penyuluh perikanan sekarang hanya ada 18 orang. Sebanyak 10 orang berstatus PNS dan sisanya kontrak,” jelasnya.
Pemerintah juga menyiapkan bantuan alat tangkap berupa jaring gillnet kepada nelayan. Tahun ini dianggarkan Rp 300 juta dari dana alokasi khusus (DAK). Sasarannya 12 kelompok.
Anggaran untuk bantuan nelayan tahun ini berkurang dibanding tahun lalu yang menyasar 18 kelompok nelayan (pokyan). Pada tahun lalu, selain dari DAK, ada juga alokasi anggaran dari pagu indikatif kewilayahan (PIK). ”Tahun ini setiap kelompok dianggarkan Rp 25 juta. Tapi bantuan yang diberikan tidak berupa uang. Tapi, berupa jaring dan tahun ini tidak ada lagi PIK,” jelasnya. (jun/luq) Editor : Abdul Basri