SAMPANG – Sebanyak 41 pekerja migran Indonesia (PMI) yang ada di Malaysia pulang ke kampung halamannya di Madura. Puluhan PMI itu tiba di Sampang pada Selasa malam (7/4). Sementara PMI asal Pamekasan datang pada Rabu (8/4) sekitar pukul 03.30.
Koordinator Bidang Perhubungan Satgas Covid-19 Sampang Aji Waluyo mengatakan, kepulangan PMI difasilitasi Pemprov Jawa Timur. Puluhan PMI itu dijemput di Bandara Juanda Sidoarjo. Rombongan dikawal anggota Polda Jawa Timur. ”PMI tiba di subposko Covid-19 yang ada Jembatan Timbang Jrengik sekitar pukul 23.00,” katanya.
Hanya, kata Aji Waluyo, tidak semua PMI yang turun dan diperiksa di subposko Covid-19. Ada 13 PMI yang turun sebelum tiba di posko pemeriksaan. Dengan demikian, hanya ada 14 PMI yang diperiksa di posko. ”13 PMI lainnya dijemput keluarganya masing-masing. Mereka berasal dari pantura Sampang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Klaster Bidang Kesehatan Satgas Covid-19 Sampang Asrul Sani menyampaikan, sebelum dipulangkan ke Kota Bahari, kesehatan PMI tersebut sudah diperiksa tim dari Pemprov Jawa Timur. Setelah dinyatakan tidak ada indikasi terpapar Covid-19, PMI langsung dipulangkan ke tanah kelahirannya.
”Ketika PMI tiba di posko, kami periksa lagi. Berdasar hasil pemeriksaan menggunakan thermo gun, suhu tubuh 14 PMI di bawah 36 derajat Celcius. Tidak ada PMI yang mengeluh sakit,” ungkapnya.
Dijelaskan, meski suhu tubuh normal dan tidak mengeluh sakit, 14 PMI tersebut diminta mengisolasi diri selama 14 hari di rumah masing-masing. Selanjutnya, kondisinya akan dipantau oleh tim yang ada di kecamatan. ”Sementara 13 PMI yang dijemput keluarganya tetap kami telusuri identitasnya. Mereka juga akan dipantau selama 14 hari ke depan,” tukasnya.
Di tempat terpisah, Jubir Satgas Penanggulangan Bencana Non-alam dan Pencegahan Covid-19 Pemkab Pamekasan Ahmad Marzuki menyatakan, 14 PMI yang baru datang dari Malaysia itu sudah terpantau. Masing-masing puskesmas memiliki datanya. ”Langsung diperiksa dan di-tracing sesuai protap. Karena sehat, dipersilakan pulang,” jelasnya.
Marzuki mengakui, PMI yang baru tiba dari negara zona merah itu tidak diisolasi secara khusus. Sebab, kondisinya sehat dan berstatus orang dalam risiko (ODR) atau orang tanpa gejala (OTG). Sesuai protap penanganan Covid-19, ODR atau OTG tidak perlu diisolasi secara khusus. Cukup melakukan isolasi mandiri di rumah. ”Protapnya seperti itu,” tegasnya.
Kepala Terminal Ronggosukowati Pamekasan Riad Abdillah mengatakan, data yang diterimanya ada 22 PMI pulang dari Malaysia menuju Pamekasan. Setelah dicek, hanya 14 orang yang tiba di Pamekasan. Sisanya, kabarnya sudah turun di Bangkalan.
”Sesampai di terminal, seluruh PMI diperiksa suhu tubuhnya. Barang bawaan disemprot cairan disinfektan. Kemudian, diminta pulang ke rumah masing-masing. Selanjutnya, tim medis yang berwenang memantau perkembangan kesehatan para PMI tersebut,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, 154 PMI dari Malaysia tiba di Bandara Juanda Sidoarjo, Selasa sore (7/4). Pemprov Jatim langsung melakukan screening rapid test. Hasilnya, semuanya negatif terjangkiti Covid-19. Ratusan PMI lalu diantarkan ke daerah asal. ”Alhamdulilah, saya sudah dapat hasil rapid test 154 PMI dari Malaysia. Semuanya negatif,” terang Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Khofifah menegaskan, 154 PMI menjalani screening berlapis. Setelah menjalani screening di Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda, nanti akan di-screening ulang oleh pemkab/pemkot asal. Screening juga akan dilakukan pemerintah desa. ”Setiba di desa, PMI akan mendapatkan treatment untuk observasi selama 14 hari,” ucapnya. (bil)
Editor : Abdul Basri