SAMPANG – Keberadaan Pasar Margalela 2 Sampang belum memberi dampak positif bagi warga sekitar. Pasalnya, pasar yang terletak di Jalan Syamsul Arifin itu belum ditempati pedagang. Padahal, pembangunannya sudah tuntas pada 2018 silam.
Pantauan RadarMadura.id, pasar yang berdampingan dengan Margalela 1 itu tutup kemarin (1/12). Tidak ada aktivitas perdagangan di tempat tersebut. Seluruh kios tidak ada yang dibuka.
Syafii, 45, salah seorang warga yang ditemui koran ini di lokasi mengatakan, pasar tersebut tidak pernah beroperasi. Pasar yang beroperasi hanya Margalela 1. Itu pun setiap hari sepi.
”Yang beroperasi hanya pasar yang sebelah timur (Pasar Margalela 1). Tetapi sepi terus pengunjungnya,” jelasnya.
Pasar Margalela 2 dibangun melalui dana tugas pembantuan (TP) anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) 2018. Dana yang dikucurkan pemerintah pusat saat itu sebesar Rp 5,7 miliar. Proyek pembangunannya dilakukan oleh PT RIS Putra Delta Surabaya selaku pememang tender dengan nilai kontrak Rp 5,2 miliar.
Kabid Pengelolaan Pasar Disperdagprin Sampang Sapta N. Ramlan mengakui bahwa Pasar Margalela 2 belum dioperasionalkan. Sebab, pasar tersebut belum menjadi aset Pemkab Sampang. Pihaknya belum menerima serah terima aset dari pemerintah pusat.
”Belum ada penyerahan aset. Untuk pemanfaatannya menunggu petunjuk pimpinan,” jelas Sapta.
Jika dioperasionalkan, Pasar Margalela 2 bisa menampung ratusan pedagang. Sebab di pasar ini tersedia sekitar 36 kios dan 162 los. Di area pasar ini juga rencananya akan dijadikan tempat jual beli kendaraan bermotor, baik roda dua ataupun roda empat.
Editor : Abdul Basri