SAMPANG – Lima puskesmas yang belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) disorot oleh Ketua Fraksi Gerindra Alan Kaisan. Politikus pendatang baru tersebut meminta agar fasilitas tersebut segera dilengkapi.
Dia mengatakan, pelayanan dasar di bidang kesehatan di Kabupaten Sampang harus dimaksimalkan. Maka dari itu, seluruh sarana dan prasarana harus dilengkapi. ”Segera bangun IPAL, dinkes dalam hal ini harus bertanggung jawab,” katanya kemarin (20/9).
Jika puskesmas tak dilengkapi dengan IPAL, limbah puskesmas akan membahayakan terhadap lingkungan sekitar. ”Air limbah rumah sakit ini jelas akan mengandung wabah penyakit, jadi sangat berbahaya,” paparnya.
Apalagi, letak puskesmas sangat berdekatan dengan permukiman warga. ”Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai pembangunan IPAL. Kalau bisa semua puskesmas bisa bangun IPAL tahun depan,” pungkasnya.
Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Sampang Agus Mulyadi membenarkan ada lima puskesmas belum ada IPAL. Tahun ini hanya ada satu puskesmas yang akan dibangun IPAL. ”Satu puskesmas yang akan dibangun tahun ini yaitu Puskesmas Ketapang,” katanya.
Sementara puskesmas lainnya akan diajukan penganggarannya pada tahun berikutnya. Pihaknya akan mengupayakan seluruh puskesmas memiliki IPAL pada 2020 nanti.
”Secara bertahap akan kami ajukan pembangunannya, insyaallah tahun depan sudah tuntas,” terangnya.
Untuk pelayanan dasar di lima puskesmas tersebut berjalan dengan maksimal. Tidak adanya IPAL tidak mengganggu terhadap layanan dasar lainnya.
”Standar minimal layanan sudah kami penuhi, karena yang tak punya IPAL ini mayoritas puskesmas baru,” pungkasnya.
Editor : Abdul Basri