SAMPANG - Kenaikan pakan pellet secara mendadak, menjadi momok bagi sebagian pembudidaya ikan lele. Jika tidak kreatif dan mampu mencari pakan alternatif, orang yang melakukan budidaya ikan lele bisa merugi.
Agus, salah seorang pembudidaya ikan lele di Desa Jungkarang, Kecamatan Jrengik membenarkan hal tersebut. "Kenaikan pakan pellet itu salah satu kendala bagi pembudidaya ikan lele. Biaya produksi tidak sebanding dengan pemasukan," ujarnya.
Menurut Agus, ada beberapa alasan kenapa pembudidaya ikan lele harus kreatif mencari pakan alternatif. Salah satunya, karena harga jual ikan lele tetap sementara harga pakan naik. "Kenaikan harga pakan, pellet biasanya jelang musim penghujan," imbuhnya.
Pria berusia 38 tahun itu menjelaskan, harga sewa lahan budidaya ikan lele juga menjadi salah satu penyebab membengkaknya biaya operasional. Termasuk, pembelian obat-obatan. Terobosan membuat pakan alternatif itu bisa membantu memangkas biaya.
"Saya sering memanfaatkan Azolla Pinnata dan cacing sebagai pakan organik. Saya juga belajar membudidayakan Maggot. Itu untuk mencukupi kebutuhan 60 sampai 70 persen protein ikan lele. Pertumbuhan ikan juga lebih cepat daripada mengonsumsi pakan pellet," tegasnya. (Achmad Hamdi)
Editor : Administrator