Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Integrasi Lahan Garam Minim Peminat

Abdul Basri • Selasa, 4 Juni 2019 | 18:48 WIB
Integrasi Lahan Garam Minim Peminat
Integrasi Lahan Garam Minim Peminat

SAMPANG – Program integrasi lahan garam yang dicanangkan Dinas Perikanan Sampang belum berjalan optimal. Sampai saat ini peminat program tersebut masih sedikit. Rata-rata pemilik lahan belum bersedia melakukan integrasi lahan.


Di Sampang luas lahan garam rakyat sekitar 2.800 hektare. Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, lahan yang terintegrasi pada 2018 lalu hanya sekitar 22 hektare.


Kabid Perikanan dan Budi Daya Dinas Perikanan Sampang Moh. Mahfud mengatakan, pihaknya sebenarnya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Hanya, sampai saat ini sebagian besar dari mereka belum bersedia melakukan integrasi lahan garam.


Dijelaskan, integrasi lahan garam memiliki manfaat besar bagi petani. Di antaranya, hasil produksi akan meningkat. Di samping itu, kualitas garam rakyat juga akan lebih bagus dibanding dengan yang tidak terintegrasi.


”Kalau garam sudah semakin berkualitas dan hasil produksi meningkat, otomatis akan berdampak pada kesejahteraan petani,” kata Mahfud kemarin (3/6).


Pihaknya memastikan, ke depan jumlah lahan yang terintegrasi akan terus bertambah. Tahun ini Dinas Perikanan Sampang menargetkan tambahan lahan terintegrasi sekitar 55 hektare. Lahan itu terbagi ke dua desa. Yakni Desa Marparan dan Desa Disanah, Kecamatan Sreseh.


Upaya untuk mewujudkan realisasi itu telah dilakukan. Mulai sosialisasi hingga melakukan rembuk daerah bersama petani garam. Dalam kegiatan-kegiatan tersebut para stakeholder dilibatkan, baik badan usaha milik desa (BUMDes), petani garam, dan pemerintah desa.


”Kami terus sosialisasikan kepada masyarakat. Kalau masyarakat tahu manfaat integrasi lahan garam, mereka pasti akan melakukannya. Sebab, manfaatnya besar,” tukasnya. 

Editor : Abdul Basri
#dinas perikanan sampang