Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kantor Puskeswan Ketapang Mubazir

Abdul Basri • Selasa, 12 Februari 2019 | 18:03 WIB
Kator Puskeswan Ketapang Mubazir
Kator Puskeswan Ketapang Mubazir

SAMPANG – Bangunan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Ketapang cukup bagus. Gedung berdiri kukuh, lantai dikeramik, halaman dipaving, dan dilengkapi pintu gerbang. Namun, kantor tersebut terkesan mubazir karena jarang membuka pelayanan.


Pantauan RadarMadura.id, hampir setiap hari pintu gerbang puskeswan yang di pinggir Jalan Raya Ketapang–Sokobanah itu terbuka. Akan tetapi, pintu kantor selalu tertutup dan jarang ada petugas.


Moh. Mahbub, tokoh pemuda Desa Ketapang Barat, menuturkan, kantor puskeswan belum dimanfaatkan dengan baik. Setiap hari jarang ada aktivitas. Padahal, pembangunan kantor tersebut untuk meningkatkan pelayanan pemeriksaan hewan ternak.


Banyak peternak yang datang ke kantor puskeswan. Mereka ingin konsultasi mengenai hewan ternak. Namun, peternak balik kucing karena tidak ada petugas atau mantri hewan yang berjaga di puskeswan.


Mestinya, ujar Mahbub, pemeriksaan hewan dilakukan di puskeswan. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatan hewan ternak bisa maksimal. ”Warga banyak mengeluh dan kecewa karena di kantor puskeswan jarang ada petugas. Dokter hewan yang bertugas lebih memilih membuka pelayanan di rumah pribadi,” tuturnya.


Dia menyatakan, populasi ternak di Ketapang cukup banyak. Tidak sedikit warga yang beternak sapi. Karena itu, pemuda 29 tahun itu berharap, Dinas Pertanian (Disperta) Sampang bisa mengelola puskeswan dengan baik.


”Pemkab jangan hanya membangun. Tapi, harus bisa memanfaatkan bangunan itu dengan baik agar dirasakan masyarakat,” ucapnya.


Kepala Disperta Sampang Hary Soeyanto yang diwakili Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Halifatul Ummah mengklaim, kantor puskeswan dikelola dengan baik. Setiap hari ada dokter atau mantri hewan yang berjaga untuk memberikan pelayanan. ”Kantor puskeswan itu berjalan baik. Pelayanan dibuka mulai pukul 08.00–15.00,” ujarnya.


Di puskeswan tersebut ada tiga dokter hewan dan satu petugas inseminasi buatan (IB). Mereka melayani peternak di Kecamatan Ketapang, Banyuates, dan Sokobanah. Petugas sering terjun ke lapangan untuk mempermudah pelayanan bagi peternak yang ingin memeriksakan kesehatan hewan.


”Salah satu dokter di situ asli warga Ketapang. Selama di luar jam kerja, dokter bisa membuka pelayanan di rumah pribadi,” tegasnya.


Di papan pengumuman puskeswan tertera nomor telepon petugas. Kalau petugas tidak ada di kantor, warga bisa menghubungi nomor itu. Dia mengakui pelayanan kesehatan hewan ternak kurang maksimal.


Jumlah dokter hewan yang bertugas minim dan tidak sebanding dengan peternak yang harus dilayani. Dokter kerap kewalahan. ”Semoga ada penambahan dokter hewan dan petugas IB dari Pemprov Jatim,” harapnya.

Editor : Abdul Basri