Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sampang Masih Posisi Terendah

Abdul Basri • Jumat, 18 Januari 2019 | 20:32 WIB
Sampang Masih Posisi Terendah
Sampang Masih Posisi Terendah


SAMPANG – Semua pihak dituntut bekerja keras meningkatkan pendidikan masyarakat Sampang. Pasalnya, hingga saat ini harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS) Kota Bahari masih berada di posisi terendah di Jawa Timur.


Fakta tersebut terungkap dalam peresmian pelaksanaan SMA/MA Double Track se-Madura di Pendapa Bupati Sampang kemarin (17/1). Program kerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur tersebut ditaruh di Sampang karena HLS di Kota Bahari masih rendah.


Kota Surabaya mempunyai umur harapan hidup (UHH) terbaik dengan angka 73,88 tahun. Terendah Bondowoso dengan besarannya 66,04 tahun. Kota Malang memiliki harapan lama sekolah (HLS) tertinggi. Besarannya 15,39 tahun. Terendah Sampang dengan angka 11,38 tahun.


Untuk RLS tertinggi tercatat di Kota Madiun sebesar 11,10 tahun. Terendah dipegang Sampang dengan angka 4,12 tahun. Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, program SMA/MA Double Track adalah solusi terbaik untuk menanggulangi pengangguran terbuka lulusan SMA/MA yang tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi.


Penyelenggaraan double track ke pendidikan formal sebagai upaya meningkatkan keterampilan, pengetahuan, sikap, dan kemampuan warga belajar untuk dapat hidup mandiri. Pada 2014, ada 57 persen tenaga kerja di Jawa Timur tidak lulus SD. Sementara lulusan SMA/MA setiap tahun ada 200 ribu tanpa memiliki skill.


”Adanya double track ini nantinya diharapkan bisa membawa lulusan untuk bersaing di dunia usaha dan industri,” tegasnya.


Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini menambahkan, pendidikan pelajar SMK memang mengarah ke skill. Jumlah secara keseluruhan, baik swasta dan negeri 693 ribu. Jika setiap tahun dibagi tiga, ada 231 ribu yang akan didorong untuk menaikkan kualitas supaya terakreditasi dan standardisasi. Kenyataannya, di Jawa Timur lulusan yang melanjutkan ke perguruan tinggi sedikit.


”Ketika lulus, bekerja cleaning service di mal. Ini kan biasa, dan itu tidak manusiawi terhadap konsep pendidikan. Maka dari itu kita buat konsep double track ini,” jelasnya.


Karena itu, pihaknya mengajak semua elemen, terutama kepala sekolah, pengasuh pondok pesantren (ponpes) untuk bersama menyukseskan pelaksanaan SMA/MA double track. ”Tunjukkan bahwa Madura itu bisa,” ajaknya.


Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur Saiful Rachman menyebutkan, dalam pelaksanaan SMA/MA double track ada tujuh jurusan. Meliputi jurusan multimedia, teknik elektro, teknik listrik, tata boga, tata busana, tata kecantikan, dan teknik listrik. Pendidikan dasar bertujuan agar peserta didik bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.


”Pada kenyataannya, se-Jatim, 172 ribu lebih melanjutkan ke perguruan tinggi atau 32 persen. Sedangkan 116 ribu lebih tidak melanjutkan. Mereka adalah tenaga produksi,” ujarnya.


Saiful menambahkan, double track terbanyak di Madura. Karena itu, pelajar nantinya bisa mempersiapkan diri supaya bisa mandiri. Juga, siap memasuki dunia kerja dan usaha dengan bekal keterampilan bermutu serta  mampu bersaing dalam dunia usaha.


”Kegiatan double track ini diikuti 86 peserta. Terdiri dari 76 SMA dan 10 peserta tingkat MA,” ungkap Saiful.


Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto mengatakan, pelaksanaan SMA/MA double track ini diharapkan betul-betul berdampak. Dengan begitu, lulusan SMA/MA di Madura bisa bersaing dalam pelaku usaha dan industri. ”Semoga dengan kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi sekolah, hingga bisa tetap bersaing dalam dunia kerja,” harapnya.


Peluncuran program terbaru ini juga untuk mengurangi angka pengangguran di Jawa Timur. Pada peresmian kemarin dihadiri siswa, santri, guru, kepala sekolah, ulama, dan tamu undangan se-Madura.

Editor : Abdul Basri
#sampang #sekolah