SAMPANG – Menyambut tahun ajaran baru 2017-2018, ruang kelas SDN Tambelangan 2, Kecamatan Tambelangan, Sampang, ambruk Jumat (1/6) sekitar pukul 14.00. Kejadian tersebut kali pertama diketahui tukang kebun atau penjaga sekolah yang rumahnya tidak jauh dari lokasi.
Pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Minggu (3/6), bangunan yang ambruk yaitu ruang kelas 4. Serpihan bangunan berupa batu bata, genting, kayu, dan kusen jendela masih berserakan. Di sekitar lokasi terpasang police line atau garis polisi.
Kerusakan tersebut mengakibatkan gedung dan atap ruang kelas 2–3 retak dan bolong, juga sedikit miring. Kondisi gedung sangat mengkhawatirkan jika tetap ditempati sebagai ruang belajar.
Kepala SDN Tambelangan 2 Siti Hikmatul Hasanah menuturkan, setelah mendapat informasi dari penjaga sekolah bahwa ada kelas yang ambruk, pihaknya segera meminta bantuan kepada polsek untuk meninjau lokasi. Beruntung pada saat kejadian, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah selesai dan semua siswa sudah pulang.
Menurut dia, sebelum kejadian, kelas tersebut sudah dua bulan lebih tidak ditempati sebagai tempat belajar. Sebab, kondisi atap atau plafon rusak dan bolong. Kayu penyangga atau pilar sudah rapuh sehingga tidak mampu menahan beban. Genting yang digunakan cukup besar dan tebal.
Selain itu, bangunan diperkirakan berusia hampir 25 tahun. Selama bangunan itu berdiri, belum pernah dilakukan rehabilitasi berat. Hanya pada 2016 dilakukan perbaikan ringan seperti cat, ganti genting, dan kusen jendela. ”Selama bangunan itu rusak, siswa kelas 4 belajar di tempat parkir karena ruang terbatas,” ungkapnya.
SDN Tambelangan 2 memiliki tujuh ruang. Satu ruang guru atau kantor dan sisanya digunakan sebagai ruang kelas. Jumlah siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 sebanyak 117 orang. Masing-masing kelas diisi 21 dan 22 siswa.
Pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang dan meminta agar kerusakan segera diperbaiki. Sebab jika tidak diperbaiki, dikhawatirkan akan berdampak pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini.
”Kami khawatir masyarakat tidak berminat mendaftarkan anaknya di sekolah ini. Sampai sekarang kami masih menunggu instruksi dari disdik. Apakah kelas 1, 2, dan 3 mau dikosongkan lalu siswa belajar di tempat lain. Sudah tidak ada ruang lain yang bisa ditempati,” tuturnya.
Kabid Pembinaan SD Disdik Sampang Ahmad Mawardi mengaku sudah mengetahui kerusakan ruang kelas di SDN Tambelangan 2. Dia dan Kabid Sarana Prasarana (Sarpras) sudah menyurvei lokasi dan meninjau tingkat kerusakan. ”Kerusakan masuk kategori rusak berat dan membutuhkan bangunan ruang kelas baru (RKB),” ujarnya.
Dia memaparkan, tahun ini alokasi dana perbaikan kelas SD dari dana alokasi khusus (DAK) dianggarkan Rp 6.310.124.000 dan dana alokasi umum (DAU) Rp 5.700.000.000. Sementara untuk kelas SD yang rusak di Sampang berjumlah 727 unit. Perinciannya, 361 rusak ringan, 262 rusak sedang, dan 104 rusak berat.
Dengan anggaran yang ada, tidak semua kelas rusak bisa segera diperbaiki tahun ini. ”Program tahun ini sudah berjalan. Jadi belum bisa dipastikan apakah pengajuan perbaikan yang sudah masuk itu bisa diubah atau dialihkan ke SDN Tambelangan 2. Tapi, kami akan upayakan mencari dana dari program lain. Misalnya dari anggaran kebencanaan dan semacamnya,” urai dia.
Editor : Abdul Basri