SAMPANG – Dinas Perikanan Sampang sepertinya harus maksimal merealisasikan program asuransi nelayan. Dari 15.597 nelayan di sejumlah kecamatan, 11.334 di antaranya belum tersentuh program tersebut. Pada 2016 nelayan yang masuk asuransi 1.200 orang. Pada 2017 sebanyak 2.063 orang. Tahun ini menunggu pagu dari pemerintah pusat.
Anggota Komisi III DPRD Sampang Shohebus Sulton mengatakan, banyak nelayan tidak ter-cover asuransi karena sosialisasi pemkab minim. Masyarakat atau nelayan tidak mengetahui bantuan dari pemerintah pusat tersebut. Padahal asuransi itu bermanfaat untuk kelangsungan usaha nelayan.
Program tersebut menjamin nelayan ketika mengalami kecelakaan kerja. Apalagi, selama ini bantuan dari pemkab untuk nelayan tidak merata. Perlindungan hukum terhadap profesi nelayan juga terkesan lemah. Karena itu, dia mendesak dinas perikanan lebih maksimal menyosialisasikan bantuan tersebut agar mereka tahu dan terdorong ikut asuransi.
Pemkab wajib memperhatikan nelayan dengan membantu memberikan bantuan alat tangkap, asuransi, dan perlindungan hukum. Sehingga, tingkat kesejahteraan mereka meningkat. ”Saya yakin jika sosialisasi dinas perikanan maksimal, akan banyak nelayan mendaftar asuransi. Ini demi kebaikan mereka sendiri,” katanya Senin (28/5).
Kepala Dinas Perikanan Sampang Eny Muharjuni mengatakan, tidak semua nelayan bisa ikut program asuransi. Beberapa persyaratan harus dipenuhi. Salah satunya harus memiliki kartu nelayan. Sementara masih banyak nelayan belum memiliki kartu tersebut.
Sementara persyaratan membuat kartu itu, profesi nelayan harus tertera di KTP, tergabung dalam kelompok, memiliki surat kapal lengkap, dan alat tangkap yang digunakan sesuai aturan. ”Kami aktif melakukan sosialisasi kepada nelayan terkait program asuransi dan bantuan lainnya. Tapi, kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan program itu minim,” ujarnya.
Meski memiliki kartu, belum tentu bisa ikut asuransi. Sebab, nelayan juga harus memiliki surat rekomendasi dari Kades. Dari sekian banyak pengajuan permohonan asuransi, mayoritas tidak memenuhi syarat. ”Kami akan menggandeng camat, Kades, dan tokoh masyarakat untuk mendorong kesadaran nelayan agar bisa ikut program asuransi,” janjinya.
Editor : Abdul Basri