SAMPANG – Penjabat (Pj) Bupati Sampang Jonathan Judianto bersama kepala dinas sosial (dinsos) dan kepala bakesbangpol beserta jajaran humas pemkab berkunjung ke RSUD dr. Muhammad Zyn Minggu (6/5). Kunjungan tersebut untuk mengetahui perkembangan kesehatan dua anak penderita gizi buruk yang tengah dirawat.
Rombongan Pj bupati tiba di RSUD pada pukul 10.30. Mereka disambut Direktur RSUD Muhammad Zyn dokter Titin Hamidah. Dalam kesempatan itu, Jonathan juga memberikan bantuan kepada orang tua korban.
Jonathan mengajak masyarakat menyadari pentingnya kesehatan dengan menerapkan dan membudayakan pola hidup sehat mulai dari anggota keluarga. Juga menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Menurut Jonathan, peran pemerintah dalam penanganan kasus gizi buruk penting dan harus dilakukan dengan maksimal. Kasus gizi buruk pada anak harus ditangani dengan cepat. Sebab jika penanganan lambat, kondisi kesehatan anak bisa semakin memburuk.
Faktor yang paling mendasari kasus gizi buruk ialah kemiskinan. Masyarakat dengan ekonomi rendah tidak mampu mencukupi kebutuhan pangan keluarga. Dengan demikian, nutrisi untuk anak tidak tercukupi. Anak dengan gizi buruk akan memiliki daya tahan tubuh lemah dan mudah terserang penyakit.
”Program bantuan sosial (bansos) dan program-program kesehatan harus intens. Sehingga, taraf kesejahteraan dan kesehatan masyarakat lebih meningkat,” katanya.
Kesehatan menjadi kunci utama dalam kehidupan. Tubuh yang sehat bisa lebih mudah melakukan berbagai aktivitas. Jonathan berjanji segera memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk membahas penanganan dan pencegahan kasus gizi buruk yang menimpa balita dan anak di Sampang.
Pj bupati juga bakal mendatangi rumah korban untuk mengetahui kehidupan keluarga dan kondisi lingkungan sekitar. ”Kami sudah melihat perkembangan kondisi anak gizi buruk. Kami memberikan dukungan kepada orang tua dan para dokter yang menangani. Semoga mereka cepat sembuh,” harapnya.
Direktur RSUD Sampang dokter Titi Hamidah mengatakan, pasien (anak penderita gizi buruk) sudah mendapatkan pelayanan intensif dengan ditangani dokter anak dan dokter ahli gizi. Perkembangan kondisi kesehatan mereka juga semakin membaik.
Editor : Abdul Basri