SAMPANG – Bangunan bengkel milik Gulwani, 45, warga Desa Nepa, Kecamatan Banyuates, Sampang, ludes. Kebakaran terjadi saat listrik padam sekitar pukul 20.10 Senin (2/10). Bengkel Bintang Utama di pinggir Jalan Raya Banyuates-Ketapang itu jadi arang dalam sekejap.
Sahlan, 40, warga Kecamatan Banyuates, mengatakan, berdasarkan informasi di lokasi, bengkel itu diduga sengaja dibakar. Sebab, pada saat kejadian listrik sedang padam. ”Katanya, bengkel ini sengaja dibakar,” katanya.
Karena itu, dia berharap aparat kepolisian mengungkap pelaku jika kebakaran itu terdapat unsur kesengajaan. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat kepada polisi semakin meningkat. ”Untung tidak ada orang di dalam dan api tak merembet ke toko bangunan di sebelah baratnya,” ucapnya.
Kapolsek Banyuates AKP Sulardi mengungkapkan, kebakaran terjadi saat listrik sedang dipadamkan oleh PLN. Saat itu kondisi di bengkel sedang tidak ada pemiliknya. ”Kejadiannya sangat cepat. Warga tidak sempat mencari air dan semacamnya untuk memadamkan api,” terangnya.
Sulardi mengungkapkan, setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dugaan sementara karena lampu listrik otomatis meledak. Ledakan itu memunculkan percikan api ke sejumlah barang di dalam bengkel. Bangunan yang terbuat dari kayu dan isi bengkel yang mayoritas dari karet langsung terbakar.
”Penyebab kebakaran dugaan kuat adalah dari lampu listrik otomatis itu. Ketika listrik mati, otomatis langsung nyala. Kemungkinan itu yang meledak,” terangnya.
Mengenai dugaan unsur kesengajaan, pihaknya langsung menepis. Menurut dia, polisi belum mendapatkan bukti yang mengarah pada indikasi sengaja dibakar. ”Kasus kebakaran itu sedang dalam penyelidikan. Lokasi sudah kami pasang garis polisi juga,” tandasnya.
Pihaknya juga mengungkapkan bahwa ada sekitar tujuh unit sepeda motor di dalam bengkel hangus terbakar. Sementara bangkai motor yang ditemukan lima unit. ”Kerugian atas kasus kebakaran itu ditaksir mencapai Rp 350 juta,” pungkasnya.
Editor : Abdul Basri