SAMPANG – Sementara itu, populasi sapi dan kambing di Sampang terus meningkat. Pada 2016 tercatat 212.776 ekor sapi dan 46.182 ekor kambing. Tahun ini jumlah sapi 213.869 ekor dan 47.994 ekor kambing.
Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Sampang Hary Soeyanto mengatakan, populasi sapi dan kambing terus mengalami peningkatan. Itu karena mayoritas penduduk adalah petani. Setiap petani rata-rata memiliki atau beternak sapi dan kambing maksimal empat ekor. Juga karena banyak masyarakat menjadi pedagang sapi.
Populasi sapi dan kambing terbanyak di Kecamatan Banyuates, Ketapang, Robatal, Kedungdung, dan Omben. Pihaknya sudah turun ke pasar dan rumah potong hewan (RPH) untuk memastikan daging kurban aman dikonsumsi. Ciri-ciri daging sehat dan aman dikonsumsi itu berbau khas daging, berwarna merah segar, tidak berair, berlemak kekuningan, berserat halus, dan mempunyai struktur kenyal.
Daging segar tidak akan mengeluarkan bau amis, apalagi busuk. Selain aroma, dalam memilih daging perlu memerhatikan warna merah segar. ”Apalagi kalau bisa langsung melihat proses pemotongannya. Kehalalannya juga lebih terjamin,” terangnya.
Kepala Disperdagprin Sampang Wahyu Prihartono mengatakan, kebutuhan daging sapi di Kota Bahari relatif normal. Peningkatan hanya pada momen tertentu, seperti Ramadan dan menjelang Lebaran. Kebutuhan daging di pasaran pada hari biasa sekitar dua kuintal. ”Momentum seperti sekarang bisa mencapai dua kali lipat,” ujarnya.
Editor : Abdul Basri