Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Resensi Buku Tirakat Jalanan Karya M. Faizi

Amin Basiri • Minggu, 7 September 2025 | 18:00 WIB

 

Buku Tirakat Jalanan: Bahagia Di Jalan Raya Karya M. Faizi
Buku Tirakat Jalanan: Bahagia Di Jalan Raya Karya M. Faizi

Judul Buku : Tirakat Jalanan: Bahagia Di Jalan Raya
Penulis : M. Faizi
Penerbit : DIVA Press
Cetakan : Pertama, November 2024
Tebal Buku : 158 halaman
ISBN : 978-623-189-468-7
Peresensi : J. Hamid


Perjalanan, atau dalam bahasa Arabnya disebut rihlah, memang banyak menyisakan kenangan dan sekaligus tantangan.

Di jalan, kita sering berhadapan dengan ragam karakter orang, baik pengendara atau pejalan kaki.

Di jalan pula kita sering disuguhkan pemandangan mengerikan dan dagelan yang tidak penah lucu.

Bayangkan, ada pengendara nyalakan lampu sein kanan, tapi tiba-tiba berbelok kiri. Di jalanlah seribu satu macam kita lihat pola perilaku anak bangsa ini dengan sesungguhnya.

Masih untung, saat ini ada orang yang sangat perhatian terkait jalanan. Sampai-sampai beliau menulis buku agar kita penikmat jalan raya, tidak salah jalan lagi. Inilah buku yang sangat layak Anda baca lalu diamalkan agar selalu selamat sampai tujuan.

Buku ”Tirakat Jalanan: Bahagia di Jalan Raya” bukan sekadar kisah perjalanan biasa.

Namun mengandung filosofi bagaimana kita seharusnya berkendara. M. Faizi, seorang penulis nasional menghadirkan buku tersebut kepada para pembaca dengan misi utamanya yaitu menyempurnakan makarimal akhlak.

Menjunjung tinggi akhlakul karimah. Di dalamnya dibahas pola dan perilaku manusia yang jarang tersentuh, berupa tata tertib, dan muamalah di jalan raya.

Sejauh ini, wacana akhlak selalu terfokus pada hal-hal keseharian di dalam rumah, di ruang kelas, hubungan timbal balik ayah-anak, guru-murid.

Sementara di jalan raya, di tempat yang paling banal dan liar yang sebenarnya justru paling butuh perhatian, kita melupakannya.

Hal itu disebabkan karena jalan raya adalah tempat yang ruwet. Anda pasti merasakan dan menyepakatinya jika anda adalah seorang pengemudi.

Baca Juga: Jadikan Semuanya Ladang Pahala

Dalam buku ini beliau memberikan alasan mengapa kita harus taat di jalan raya. Sedikitnya ada dua alasan mengapa semua orang (kita) harus tertib.

Pertama, jika kita berjalan sendirian dan–nauzubillah–mengalami kecelakaan tunggal tanpa melibatkan orang lain, bersikap tertib tetaplah wajib karena hal itu sebagai bentuk itikad untuk antisipasi tidak mencelakai diri sendiri.

Kedua, jika kita serampangan di jalan raya atau di tempat umum, kemungkinan kecelakaannya akan lebih besar daripada saat kita tertib, bisa celaka sendirian dan juga melibatkan orang lain.

Dampak bagi kecerobohan yang melibatkan orang lain bakal menjadi kecelakaan dua kali lipat (halaman 37-38).

Untuk bergerak menuju keadaan yang ideal, kita perlu melakukan yang namanya tirakat sebagai langkah awal taat.

Sebab, tirakat merupakan cara untuk mempercepat revolusi mental kita mencapai perubahan dari kesemrawutan menuju kedisiplinan.

Tirakat, pada dasarnya, adalah berpantang. Seseorang yang menjalankan laku tirakat akan berpantang pada banyak keinginan (hawa nafsu)-nya.

Kita bisa menemukan orang yang puasa bicara, tidak makan yang berselera, dll. Karena cara ini ditempuh, salah satunya, dalam rangka melatih fisik serta jiwa dalam hal pengendalian. Semua laku itu punya satu tujuan, yakni mencapai kebahagiaan.

Buah tirakat adalah kematangan dalam pemikiran dan kematangan jiwa. Dengannya, seorang tidak akan mudah goyah.

Ia akan berpendirian kokoh dan berprinsip, punya elan dalam hidup. Dengan tirakat, seorang akan lebih mampu bertahan di dalam badai apa pun ketimbang mereka yang sejauh ini mau ambil enaknya saja, termasuk dalam menghadapi badai rumah tangga.

Tirakat dianggap mampu menyelesaikan banyak persoalan hidup manusia (halaman 190).

Dari kisah-kisah perjalan karangan M. Faizi, buku ini masih banyak menyimpan berbagai kisah dari beliau mulai dari kebahagiaan di jalan raya sampai pada titik finisnya.

Buku ini juga sangat cocok untuk dibaca ataupun dimiliki oleh kalangan remaja maupun dewasa yang bisa dijadikan salah satu inspirasi bagaimana kita seharusnya berkendara. (*)

 

Editor : Amin Basiri
#buku #resensi #Perjalanan