SAMPANG, RadarMadura.id – Madrasah Diniyah (MD) Nurus Salafiyah memiliki sejumlah program yang diterapkan secara berjenjang.
Program ini diterapkan sebagai ikhtiar mencetak peserta didik berkualitas. Terutama dalam mempercepat membaca Al-Qur’an.
Kepala Madrasah Diniyah Nurus Salafiyah Achmad Zayyadi menyatakan, pihaknya mencetuskan program akselerasi baca Al-Qur’an dengan metode At-Tanzil.
”Dalam rangka melahirkan peserta didik yang cepat baca Al-Qur’an, madrasah menggunakan metode khusus, yaitu At-Tanzil,” katanya.
Dia menyampaikan, metode At-Tanzil terbukti mempercepat anak didik membaca Al-Qur’an, baik dalam bacaan maupun pendalaman tajwidnya. ”Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan metode ini,” ucapnya.
Lora Zayyadi menjelaskan, program unggulan di Madrasah Diniyah Nurus Salafiyah yaitu program tahfiz. Murid dari kelas I–III diwajibkan menghafal surah-surah dalam juz 30. Sedangkan untuk kelas berikutnya diupayakan bisa menghafal 5 juz atau lebih.
”Program tahfiz Qur’an didemonstrasikan pada kegiatan akhirus sanah setiap tahun. Ini sebagai bukti kepada khalayak masyarakat atau wali murid,” terangnya.
Selain itu, Madrasah Diniyah Nurus Salafiyah sangat menekankan kajian kitab kuning. Setiap minggu murid mengikuti kajian kitab tiga kali. Kegiatan ini di luar materi yang dipelajari setiap hari.
Kajian kitab kuning diisi oleh asatid yang mengabdi dari Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata dan Pondok Pensantren Banyuanyar.
”Kajian kitab klasik atau kitab kuning itu bentuk pendalaman bagi murid. Tujuannya, agar betul-betul memahami materi, terlebih bisa mengamalkan untuk kehidupan sehari-hari,” paparnya.
Lora Zayyadi berharap, Madrasah Diniyah Nurus Salafiyah bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang tidak mampu memondokkan putra-putrinya ke pesantren besar di Madura.
Itu dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan ilmu agama.
”Pergaulan anak-anak sekarang menyebabkan mereka tidak tertarik untuk belajar di madrasah diniyah. Kami berharap, masyarakat bisa mendorong mereka untuk belajar di madrasah,” harapnya. (sin/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti